Seseorang menjadi begitu bermakna bukanlah karena dirinya yang indah, cerdas, shalih atau pun kaya
Namun karena manusia lain memberi makna atas dirinya
Tak kan ada yang menyangsikan makna orang tua bagi anak-anaknya begitu pun sesama saudara, entah ia sekandung maupun seasuhan juga sebaliknya
Begitu berharganya sahabat yang saling menyayangi dengan tulus maupun sepasang kekasih yang saling mencinta karenaNya
Tak ternilai arti seorang guru bagi didikannya begitu pula seorang pemimpin bagi yang dipimpinnya pun sebaliknya
Tak ada manfaat seorang dokter jika tak ada si sakit pun si kaya jika tak ada si miskin
Pun mereka yang berkebutuhan khusus, menjadikan kita makhluk yang ingat dan bersyukur
Bahkan, kerumunan asing pun membuat kita sadar akan adanya kekinian dan kedisinian
Sungguh, saya baru terasa berarti jika ada kamu, dia, mereka. Kita…
Bersyukurlah kita atas semua itu dan camkanlah hal yang paling patut kita syukuri
Alloh, yang menjadikan kita ada hingga kita mampu memahami makna
hingga kita menjadi bermakna…
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Thabrani dan Daruquthni dengan isnad shahih)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya apabila Allah SWT mencintai seseorang, Dia memanggil malaikat Jibril Dia beritahukan ” Aku mencintai si Fulan karena itu cintailah dia” sabda Nabi SAW maka Jibril mencintainya , setelah itu Jibril berseru di langit “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla mencintai si Fulan karena itu cintailah dia, maka si Fulan tersebut dicintai oleh penghuni langit,” kata Rasulullah SAW “setelah itu orang-orang di bumi juga mencintai si Fulan tersebut. Demikian sebaliknya.
(Hadits Al Bukhari, nomor hadits 3209)
