Konseling Islami


Sudah lamaaaaaaaa banget ingin memposting tulisan ini sejak menyelesaikan praktikum 2 di PPSDMS NF Regional 1 berhubung keyword yang sering merujuk ke blog saya adalah “psikologi islam”. Tanpa berpanjang kata, silahkan nikmati sajian intelektual ini… semoga bermanfaat… :)

—Problem Masyarakat Modern (Sulthon, 2009)
1.Berkembangnya budaya massa karena pengaruh kemajuan media massa yang tidak lagi bersifat lokal tetapi nasional bahkan global.
2.Tumbuhnya sikap-sikap yang lebih mengakui kebebasan bertindak manusia menuju perubahan masa depan.
3.Sebagian besar kehidupan manusia semakin diatur oleh aturan-aturan rasional.
4.Tumbuhnya sikap hidup yang materialistik.
5.Meningkatnya laju urbanisasi.
Perbedaan Konseling Islam dengan Konseling Barat
1.Makna konseling
2.Beberapa pendekatan dan teknik konseling
3.Proses konseling, tujuan, dan peran konselor
4.Hasil konseling yang diharapkan.
Makna Konseling
Konseling Barat Konseling Islam
Definisi Aktivitas dalam mengubah sikap dan perilaku individu (klien) oleh seseorang yang profesional (konselor). Amanah dari Allah untuk membina dan membentuk manusia ideal yang menuju jalan terbaik (Islam).
Urgensi
Tujuan Mengatasi masalah yang dihadapi. Ketenangan, kebahagiaan, keridhaan.
Pendekatan/ Model Konseling Barat menurut Gerald Corey (Erhamwilda, 2009)

1. Pendekatan Psikodinamika berlandaskan pada pemahaman, motivasi tak sadar, rekonstruki kepribadian. Kategori terapi psikoanalitik.

2. Pendekatan Humanistik berorientasi pengalaman dan relasi, meliputi terapi eksistensial, client centered, gestalt.

3. Pendekatan Rasional-Kognitif dan Tindakan berorientasi pada perilaku, meliputi analisis transaksional, terapi tingkah laku, rasional emotif, dan realitas.

Masing-masing pendekatan berangkat berdasarkan temuan tentang:

1.Struktur kepribadian
2.Sifat manusia
3.Perkembangan kepribadian
4.Tujuan terapi
5.Peran konselor dan perubahan yang diharapkan terjadi pada klien
6.Teknik-teknik teraputik / terapi

Sedangkan pendekatan Konseling Islami yakni konsep pendekatan dan teknik konseling yang utamanya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, serta pemikiran para tokoh Islam yang berkaitan dengan :

1.Hakikat manusia
2.Individu bermasalah dan masalah-masalah individu
3.Perkembangan kepribadian individu.
4.Membantu individu bermasalah.
Konseling dalam kehidupan muslim sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan nabi-nabi setelahnya, mereka mendapat amanah dari Allah sebagai salah satu dari berbagai tugas manusia adalah membina dan membentuk manusia yang ideal sesuai dengan fitrahnya, mengarah kepada sesuatu yang bermanfaat dan melarang dari sesuatu yang membahayakan mereka sesuai tuntutan Allah SWT.(QS Al-Fath: 8-9)Ruang Lingkup Konseling Islami mencakup:

—1. Pendidikan akademis yakni mengakui adanya perbedaan IQ tiap individu dan mengarahkan sesuai potensi yang dimiliki. Misal : hafalan, analisis & telaah, diskusi & orasi. Memulai pengajaran dari masalah-masalah baru definisi.
—2. Pekerjaan yakni mengakui adanya perbedaan IQ tiap individu dan mengarahkan kepada tugasnya masing-masing sesuai minat dan bakat. Selain itu perhatian kepada interaksi dalam pekerjaan, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi juga profesionalisme.
3. —Agama dan perilaku yakni apa yang digambarkan dalam pemikiran Islam telah menunjukkan hakikat fitrah manusia itu sendiri.

—4. Keluarga dan pernikahan meliputi kewajiban dan hak anggota keluarga, konsep pencegahan masalah serta terapi jika terjadi maslah di dalam keluarga.
Hakikat Manusia dalam Islam
1.Manusia diciptakan dengan tujuan yang mulia yakni beribadah kepadaNya
(QS Adz-Dzaariyaat: 56).
2.Sifat dasar manusia adalah baik.
3.Manusia makhluk ciptaan Allah yang mulia dan terbaik (QS Al-Israa’: 70).
4.Manusia penuh dengan kesadaran dan tanggung jawab serta bisa membedakan yang baik dan buruk.
5.Manusia memiliki titik lemah dalam dirinya yakni hawa nafsu.

6. Memiliki motivasi kuat dan potensi besar mampu mengendalikan perilaku.

7. Jiwa manusia terbagi dalam 3 keadaan yakni :

a. Jiwa yang cenderung kepada keburukan karena dikuasai oleh hawa nafsu akan duniawi (QS Yusuf: 53).

b.  Jiwa yang  menyesali diri yakni menyesali kesalahan yang diperbuat tetapi masih mudah tergoda dunia (QS Al-Qiyaamah: 1-2).

c. Jiwa yang tenang yang mencapai kematangan, syukur & sabar , serasi dunia-akhirat (QS Al-Fajr : 27-30).

8. Setiap waktu ada pertentangan antara kebaikan dan keburukan dalam diri manusia.

Aspek-aspek Konseling dalam Islam

1. Aspek Preventif

Penjagaan individu dari guncangan jiwa dan membentengi dari penyimpangan. (QS Al-Bayyinah: 5, An-Nuur: 30)

2. Aspek Perkembangan

Pembentukan kepribadian muslim yang optimis, mengenli potensi serta produktif. (QS An-Nisaa: 58)

3. Aspek Terapi

Pembebasan individu dari kegelisahannya dan membantu memecahkan masalahnya.

Metode Konseling dalam Islam

1. Metode Keteladanan

Yakni meneladani Rasulullah SAW. (QS Al-Ahzab: 21; Al-Maidah: 31)

2. Metode Penyadaran

Menggunakan ungkapan nasihat, janji & ancaman. (Al-Hajj: 1-2)

3. Metode Penalaran Logis

Dialog dengan akal dan perasaan individu. (Al-Hujuraat : 12)

4. Metode Kisah

Kisah nabi, rasul dan orang-orang shalih yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits.

Proses Konseling

1.Membangun hubungan yang kuat dan baik didasari sikap saling menghargai, membuka diri dan saling percaya antara konselor dan klien.
2.Konselor membantu klien dalam mengenali permasalahan yang sedang dihadapi klien dan menelaah pemikiran klien dala menyikapi masalahnya, hingga klien menyadari hal tersebut.
3.Menawarkan taubat.
4.Mengingatkan akan eksistensi, tujuan  hidup di dunia hingga kembali kepada Islam.
Cara Berbicara dengan Klien
—Berdasarkan contoh Rasulullah SAW :
1.Sitstematis agar pendengar fokus pada topik pembicaraan.
2.Hati-hati agar pendengar dapat memahami isi dan jalan pikiran pembicara secara berkesinambungan dan mengurangi lupa.
3.Mudah dipahami oleh pendengar (dari berbagai kalangan).
4.Mengulanginya 3 kali agar membekas dalam hati dan pikiran.
Sumber

Az-Zahrani, Musfir bin Said. (2005). Konseling Terapi. Penerjemah, Sari Nurulita, Lc. Dan Miftahul Jannah, Lc. ; penyunting, Harlis Kurniawan – Cet.1. Jakarta : Gema Insani Press.

Erhamwilda. (2009). Konseling Islami. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Jurnal Bimbingan Konseling Islam, Konseling Religi. Volume 1, Nomor 02, Juli-Desember 2009. Jurusan Dakhwah Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam . Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus.

About these ads

2 thoughts on “Konseling Islami

  1. Assalamualaikum, wr.wb, mba Rona,
    saya mau ikut konseling, bagaimana caranya , tanpa publishment?
    jazakumullah. wassalamualaikum.wr.wb

  2. Wa’alaykumussalam Wa rahmatullohi Wa barakatuh Mba Deana, syukran sudah bertandang…
    adakah kontak pribadi yang bisa dihubungi seperti email? supaya lebih leluasa komunikasinya… =)
    saya sendiri bisa dihubungi ke nesya.saya@gmail.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s