jalan itu,,


aku menapaki jalan itu
bukan hanya dengan perasaan
aku menapaki jalan itu
bukan hanya dengan akal
aku menapaki jalan itu
berdasarkan keimananku akan Ia
bukan demi a k u
bukan demi k a u
ada dan tiadanya
bukan aku yang memutuskan
Ialah pemilik segala bentuk dan abstrak
segala ketetapan
dan Ia menciptakannya bukan tanpa maksud

aku tidak menyuburkannya dengan perasaan
aku tidak menyuburkannya dengan akal
ku biarkan ada dan tiadanya dengan kelengkapan imanku
k.e.l.e.m.a.h.a.n. itu datang ketika kubiarkan i.a. bicara
ketika ku tak yakin dengan keimananku
dan aku terjatuh
(maafkan aku Ya Allah)
aku pernah turut menarikmu

kini,
dengan payah ku bangkit
tak hendak lagi aku mengingkarinya
tak hendak lagi aku mengingkariNya
jika di perjalanan nanti semua ketetapan itu berubah
aku akan bisa menerimanya
dengan segala kelapangan hati
dan keutuhan iman
karena sejak awal,
aku tak ingin mengingkarinya
aku tak ingin mengingkariNya

tak kuhalangi tujuanmu
pun, jangan kau halangi tujuanku
tak ingin rintangi keimananmu
pun, jangan kau rintangi keimananku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s