Waktu…


 

“Sesuatu…

Sesuatu yg menghancurkan raja2 perkasa.. menggulung kerajaan2 maha luas.. meratakan gunung2, mengeringkan lautan.. sesuatu.. apakah itu?”

Sesuatu itu adalah waktu…

(Hobbits_ JRR Tolkien)

 

Bagi musafir atau pujangga, mencoba memahami mahkluk bernama “waktu” selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Sedangkan bagi saya, waktu adalah makhluk misterius yang menakjubkan. Dengan izin Allah, ia memakan setiap detik jatah kita di dunia. Tak akan pernah kembali dan hanya menyisakan setumpuk memori dalam otak kita yang usang. Dan bila Allah berkehendak, bisa saja kita kehilangan seluruh memori kita, tak mengingat sedikit pun kejadian yang telah kita lalui. Jadilah kita manusia tanpa sejarah, tanpa masa lalu…

 

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

(QS Yunuus : 5)

 

 

“So many people walk around with a meaningless life. They seem half-asleep, even when they’re busy doing things they think are important” (Morrie_Tuesdays With Morrie)

 

Bayangkan jika peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tidak benar-benar kita “hadiri” dengan segenap eksistensi kita saat itu. Hanya mengikuti jadwal, rutinitas, ke mana kaki melangkah. Tanpa arah. Hanya berlalu, lewat begitu saja. Hingga tanpa sadar, suatu hari ada sosok yang menyapa kita (mending kalau dengan lembut) untuk mengambil apa yang telah dititipkan pada kita, yang telah menyatu erat pada raga kita, yang sejatinya bukan milik kita, untuk kembali kepada Sang Empunya.

Maka saudaraku, janganlah kita menjadi “jenazah” sebelum waktunya…

 

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

(QS Al Israa’ : 12)

 

Maha Besar Allah yang telah Menciptakan perhitungan waktu yang amat luar biasa, yang dengannya kita dapat menentukan saat kapan harus mencari rizki bagi dunia dan kapan kita harus beribadah kepadaNya, juga untuk mempelajari sirah utusan-utusan terbaikNya di muka bumi. Bahkan, waktu jua lah yang terkadang menjadi satu-satunya jawaban atas permasalahan yang kita hadapi atau pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan.

 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

(QS Al ‘Ashr : 1-3)

 

Manusia itu fana dalam kehidupannya yang terikat ruang dan waktu…

Maka hargailah waktu! Karena ia ibarat pedang yang akan menebas siapa saja yang tidak dapat menggunakannya dengan bijak.

Sebagai seorang mukmin, kita harus dapat bersahabat dengan waktu. bukan untuk mengejar-ngejarnya, bukan pula menyia-nyiakannya. Ingatlah relativitas waktu. Dengan kita menggunakan waktu untuk hal-hal negatif, maka waktu luang kita akan semakin sempit. Namun jika kita mendermakannya bagi hal-hal positif, insya Allah waktu akan terasa lapang. Dan di antara hal-hal yang akan dipertanggung jawabkan ke hadapanNya nanti ialah untuk apa masa muda ini kita gunakan?

Maka, berusahalah untuk meraih keberkahan waktu…

Wallahu a’lam bishawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s