setapak lagi…


lelah berkata2 denganmu

mungkin memang selama ini tak pernah saling mengerti

terjebak di labirin kepala sendiri

sudah kubilang berapa kali jangan lakukan itu lagi

nanti dunia tahu

lantas aku pun turut terjebak dengan kebodohanmu

sama

tak peduli apa kata dunia

ada apa sih dengan dirimu?

aku bukan cenayang!

ayolah, buat apa begini terus?

merasa konyol tidak sih?

hati, rasio, hah sudahlah!

muak aku mendengarnya

semua seakan tak terlindung lagi dari syahwat, nafsu

ke mana nurani?!

jangan kau sebut perasaan itu sebagai hati

nanti ia menjadi kabur

hati, hati nan suci

ia senantiasa mengingatkanmu akan kebenaran

sesuatu yang kau rindu itu

aku?

sudahlah biar saja

aku masih punya Allah

masih punya orang yang akan selalu menjadikanku kuat

kau juga punya ia kan?

aku seperti turut merasakan cintamu padanya

menangis hati ini

aku… tak pantas

aku?

yang tidak pernah merasakan hangatnya

apakah pantas?

biarlah, biarlah Ia yang memberikannya nanti

daripada terbakar dengan buatan sendiri

biar Ia yang menghidupkan lentera itu

agar jalan ini senantiasa terang

dan aku berani menapakinya kembali tanpa takut terjatuh kembali

kini…

biarlah. aku berjalan tertatih

hingga Ia tunjukkan padaku di mana letak halte persinggahan berikutnya

ya, aku yakin itu ada.

indah

indah

melebihi apa pun yang pernah kurasa

hmm,,

ya, ku tahu.

kegelisahanmu pun bukan hanya itu semata

tapi jauh lebih dalam dari itu

yang hanya kau & Ia yang tahu apa

aku tak mau mengganggu kalian

lalu?

sudah berapa kali kukatakan,

aku tidak pernah menyesal

hanya ingin kembali kepada keyakinanku yang dulu

itu saja

hhh,,

jadi sekarang maumu apa?

sudahlah, buat apa kau masih menyimak ceracauanku bodoh

maaf dari tadi aku membodoh2imu

kau memang bodoh

aku apalagi

makanya sebagai orang bodoh jangan saling membodohi

sudahlah,

aku jadi ingin segera tiba pada suatu hari di mana aku bisa menertawakan diriku kini

matikan perasaan

kau tahu caranya?

begini, ambillah sebongkah

rasakan,

biarkan alirannya menderas

jangan ditahan

biarkan seluruh jiwamu merasakannya

tanpa ragu

kenali ia

setelah itu,

kau sudah cukup mengenalnya

di luar sana masih banyak jenis yang belum kau kenal

izinkan ia pergi

relakan

kenapa?

kupikir mudah?

tidak. memang.

tapi aku sedang mencobanya

minta kepada Yang Memberikannya padamu

berdoa

itu senjata ampuh kan?

entahlah,

kenapa pula aku jadi berbicara sendiri seperti ini..

ya, setiap manusia punya naskahnya sendiri2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s