berserah…


Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata hatimu” Karena itu, “Istirahatkan dirimu dari mengatur urusanmu, karena segala yang telah diurus oleh ‘Selainmu’, tak perlu engkau turut mengurusnya…” (1)

takdir.

satu kata yang tak mudah ku memahaminya

berlandaskan keimanan dan kemurnian hati tuk tulus menghamba padaNya

tak bertumpu kepada selainNya

dan menyakini bahwa segala pengaturan ada di tanganNya

merugi aku

lambat aku baru benar-benar mengerti

mengerti. belum mendarah daging

bahwa milikNya adalah jiwaku

bahwa milikku adalah amalku

dan apa yang berada di antara keduanya adalah doaku yang dikabulkan olehNya

diri ini sekian lama membangun tabir dari Nya

diri ini terlalu sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri hingga alpha mengingatNya

hingga Allah menunjukkan tanda keenggananNya dengan membiarkanku sendirian

seperti yang Allah katakan kepada Nabi Daud as (2)

 

wahai diri,

tegakkanlah shalat, maka shalat akan tegak di hatimu dan niscaya akan tegak di bumi

inna shalaati wa nusuuki wa mahyaya wa mamaati lillahirabbil ‘alamiin…

sabar dengan sabar

ikhlash untuk ikhlash

Ya Rabb,

jadikanlah diri ini tunduk sepenuhnya padaMu…

 

_____

1 Al-Hikam dalam Mengapa Harus Berserah Diri _ Ibn Athailah

2 Bahagia Senantiasa _ Imam al-Ghazali

Iklan

2 thoughts on “berserah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s