satu perjalanan satu cerita…


dari judulnya berasa gimana… gitu. hehe

cuma ingin sedikit berbagi.

selalu ada hikmah yang bisa diambil dari perjalananku saat naik angkot, ya walaupun singkat tetapi tarbiyah langsung dari Allah itu begitu mengena dan sulit dilupakan.

suatu hari, dalam perjalanan ke kampus dengan rute 105, naiklah seorang gadis yang dari wajahnya nampak berusia setidaknya SMP. selain itu ia mengenakan rok seragam biru muda, entah SMP mana, yang begitu pendek hingga auratnya cukup jelas terlhat. kupikir pasti orang tuanya kurang mampu sehingga tak mampu membeli rok baru. selain itu penampilannya yang mengenakan tas ransel dan sepatu, lengkap dengan kaos kakinya, membuatku semakin yakin bahwa ia seorang siswa SMP. ia duduk dengan menggendong tasnya di pangkuan dan memeluknya erat-erat. ia duduk di sebelahku

perjalanan berlanjut, aku membaca buku dengan khidmat seperti biasa. akan tetapi aku merasa ada yang agak janggal. saat itu aku mengenakan jaket dan aku mengantongi handphoneku di dalam saku. aku merasa ada yang “mengawasi” sakuku, lantas aku menggeser dudukku dan memegangi sakuku. astaghfirullah, mengapa aku sesu’uzhon itu? aku menatap ke arah gadis tadi dan ia tersenyum kepadaku. aku pun terseyum. kemudian, karena aku tidak konsentrasi lagi untuk membaca, kusimpan bukuku dan berganti melihat ke jalanan luar sambil sesekali melirik ke kaca spion supir. aku melihat pada gadis itu dan ia kembali tersenyum, maka kuputuskan untuk mengajaknya bicara,

“mau ke mana dek?”

“terminal” 

“dari mana?”

<menggeleng>

?! (masya Allah, apakah ia?)

perajalanan berlanjut. tanganku tak sengaja menyentuh tangannya maka aku kembali menoleh. ia tersenyum

“hm, adek tinggal sama siapa?”

<menggeleng>

orang tua adek di mana?

<menggeleng>

(Allahu akbar, aku hanya bisa tersenyum miris– ia pun tersenyum)

saatnya aku harus turun. aku berpisah dengannya sembari mengatakan

“duluan ya dek”.

“iya”, jawabnya sambil tersenyum

Allahu Robbi, sungguh di dunia ini banyak sekali orang kurang beruntung. bahkan untuk menikmati akal yang sehat pun mereka tak bisa. apa yang dapat kuperbuat bagi mereka? bagaimana nasib mereka ketika harus terlunta-lunta di terminal yang kehidupannya begitu keras? ya Rabb sungguh, nikmatMu yang mana yang sanggup aku dustakan. terima kasih ya Rabb atas tarbiyah yang begitu berharga ini…

2 thoughts on “satu perjalanan satu cerita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s