bayti-jannati-


ia selalu menunggu kepulanganku

betapa pun matahari sudah tak lagi temaninya

dan tibaku acapkali dengan lelah yang berupa

ia menerimaku apa adanya

kurebahkan segala penat dalam rengkuhannya yang hangat 

membuatku nyaman berlindung padanya

sesiangan ia tetap tegak berdiri

merelakan ku pergi setelah beberapa lembar memujiMu tuk menyamankannya

dalam sendirinya, mungkin ia senantiasa bertasbih

meminta barakahMu bagiku

walau ia senantiasa diam, aku rindu kembali padanya

meski adaku bersamanya hanya menyaksikan hening tertawa riang

dalam biliknya aku termenung

sesekali kepadaNya, sesekali kepada yang lain

kali lain mengurai duka

kali lain tawa jika kawan-kawanku sedang bertandang

ia tetap diam

setia membisu mendengarkan nada-nada hidupku

ia sungguh tak minta pamrih

ya Rabb, terima kasih Engkau mengaruniaiku hangatnya

bayti jannati…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s