ia…


sang sepi mulai merasa kesepian

ia butuh teman

hingga ia menyapaku dengan hangat

ia senantiasa menemaniku dalam diri, duduk, rebahku

aku pun semakin nyaman

katanya, seorang mukmin itu takkan berkawan sepi

karena Allah lebih dekat dari urat lehernya sendiri

lantas aku apa?

hh,, selalu saja

selalu egois

kau terus saja menceracau tentang dirimu

mana tahu di sana banyak yang lebih lebih tak beruntung darimu

lebih sepi

lebih merindu

lebih indah doanya

tak keluh

tak ratap

tak peduli

sudah seberapa kau mengenal sabar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s