Perjanjian itu…


Berkali-kali “tamu” datang ke rumah membuat hati ini terusik akan satu kata

Saat mendengarnya, bukan hanya taman bunga tempat cinta bersemi yang terbayang, bukan hanya sebuah bahtera tuk arungi samudera dunia yang lebih menantang, ia adalah kendaraan menuju jannatillah, mardhotillah

Saat menyambutnya, bukan hanya berlandaskan rasa, bukan hanya butuh rasional,  melainkan sebuah entitas keimanan padaNya

Satu kata, satu janji, satu gerbang yang kan membuat banyak perbedaan sebelum dan setelah memasukinya

Ia tak hanya menyatukan dua insan dalam ikatan yang suci, tak hanya menyatukan tali silaturahim dua keluarga besar, lebih dari itu, ia memilin dua keyakinan untuk menggenapkan separuh Dinullah

Ketika memutuskan untuk menempuhnya, berarti siap mendahulukan Allah dan rasulNya di atas segalanya karena badai yang menerjang pastilah lebih dahsyat

Betapa waktu yang padat dengan aktivitas da’wah ini akan bertambah-tambah dengan amanah baru

Betapa pikiran akan ummat itu harus kian diseimbangkan dengan tanggung jawab terhadap anggota keluarga baru 

Betapa medan yang dihadapi menyajikan sejumlah peran baru yang harus dilakoni

Kesemuanya itu membutuhkan persiapan dan kesiapan

Sesungguhnya ia yang siap adalah ia yang senantiasa melakukan persiapan sedangkan soal kesiapan hanyalah Ia Yang Maha Mengetahui. kadang manusia begitu picik dengan berpikir “bagaimana bisa si fulan dan fulana…? padahal mereka…”. jika Allah sudah berkehendak, apakah kita berhak menyangsikannya?

Oleh karena itu, seorang mu’min seharusnya berani menepiskan segala keraguan. tinggal menyesuaikan keinginan dan tujuannya menunaikan perjanjian itu dengan keinginanNya, karena garis takdir itu sejatinya senantiasa mengiringi kehidupan seorang hamba sejak awal penciptaannya

Itulah mengapa ia disebut mitsaqon gholizho…

Ya Rabb, jangan segerakan apa yang Kau tunda dan jangan tunda apa yang sudah semestinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s