hanya Ia…


Baru benar-benar kupahami mengapa aku menjadi seperti yang sekarang ini

Ketika aku butuh orang lain untuk bersandar, Allah Menjauhkan meraka dariku

Entah tiba-tiba mereka sedang benar-benar ada urusan lain yang kutahu lebih penting atau kondisi yang menjadikanku  benar-benar sendirian

Ia seperti ingin aku berdiri sendiri hanya dengan bantuanNya   

Seolah-olah Ia ingin Menyampaikan “cukuplah Aku”

Dulu aku membutuhkan waktu yang lama hingga aku benar-benar tidak menyalahkan siapa-siapa lagi atas kesendirianku

Kini, jika Allah Memberikanku tanda untuk “bersiaplah sendirian” maka aku hanya ingin pasrah

Pasti karena Allah ingin aku “bermunajat” denganNya. hanya “berdua”

Ya, karna seorang muslim sejatinya tak pernah merasa sepi

Karena Allah lebih dekat dari urat nadiku sendiri…

Ia seperti Memintaku untuk merenungi sesuatu. sesuatu yang biasanya akan berpengaruh besar terhadap hidupku ke depan

Sekarang, aku kembali merasakannya. Apa yang hendak Kau Sampaikan ya Rahman?

Apakah Engkau sedang Mempersiapkanku untuk sepi yang lebih panjang lagi?

Sepi yang menjadikanku bermandikan CintaMu

Aku hanya tersenyum kini. menunggu hingga dada benar-benar sesak lalu menumpahkannya kepadaMu

Iya, iya aku mengerti. aku tak kan mendua lagi. aku kapok. segalanya malah kian memburuk

Namun bolehkah kupinta?

Aku hanya ingin diberikan hati yang senantiasa tenang dan berkah dalam melanjutkan perjalananku

Sembari menunggu, kejutan apa lagi yang Kau Persiapkan bagiku di depan sana…

Iklan

4 thoughts on “hanya Ia…

  1. Sendiri bukan berarti sunyi
    Sendiri bukan berarti sepi
    Lalu apa sebenarnya makna sendiri?
    Karena toh selalu Dia genggam tangan ini dalam hari
    Atau aku yang bodoh, tak tahu diri?
    TIDAK!
    Aku tidak bodoh!
    Aku hanya ingin dunia tahu bahwa aku takkan pernah sendiri!
    Aku yakin, akan datang masa itu dimana ‘bersatu’ bukanlah sekedar mimpi..

  2. rhany berkata:

    hmmm…

    inget ga…?
    aku pernah merasa kayak gini..
    percis kayak gini…

    keputusan yg harus aku buat sendiri..
    tanpa teman bahkan sahabat, apalagi kakak atau adik..
    hanya aku dan Dia…

    dan sekarang aku yakin keputusan yang aku buat merupakan bisikan dari-Nya…

  3. rona khatulistiwa berkata:

    insya Allah ukhti…

    kukira setiap orang akan mengalami saat di mana ia diberikan pilihan untuk mendengarNya atau mengabaikanNya

    beruntunglah ia yang merespon panggilan itu..

    (sejujurnya ketika menulis ini, terlintas dirimu juga ukhti ^^ (yah ketawan deh… hehe…))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s