Nice Learning ;)


Berjalan menuju gedung M FISIP, UI

Saat itu melihat motor berhenti di depan gedung dan turunlah seorang pria berkacamata hitam memegang sebilah tongkat, berjalan dengan mantap tanda sudah terbiasa. Menaiki tangga rendah menuju ke dalam gedung. Aku masih mengawasi. “Bisakah ia? bisakah ia?” dalam hati. Pintu pun dapat ia lalui dengan mudah, tapi. . .

Ia masih akan menuju lantai 4 dengan menggunakan lift.

“Tak mungkin” ujarku dalam hati

“Mas, mau ke lantai 4 ya? saya juga”

“Iya mbak, boleh bareng?”

“Iya”

“Boleh saya pegang tangannya?”

Waduh, Ya Allah bagaimana ini? terngiang hadits tentang Ummu Salamah, Maimunah dan Ibnu Ummi Maktum (hanya punya sepersekian detik untuk menimbang). sebenarnya di sana ada beberapa orang tetapi masa untuk menolong orang yang bisa kutolong sendiri, aku harus minta tolong orang lain lagi? bagaimana menjelaskannya?

“Ini pegang tas saya” sambil mengacungkan backpack yang sedang kugendong

Tentunya ia tak mungkin langsung menyadari di mana letak pegangannya. Aku berusaha mengepaskan posisi tasku dengan tangan beliau. Akhirnya, baru satu langkah, [dalam waktu sepersekian detik  ‘Duh berat juga, bisakah aku menuntunnya dalam keadaan seperti ini sampai ke ruangan itu? hh, sepertinya akan kugandeng saja tangannya’] tiba-tiba…

“Mbak tunggu, dia teman saya” berkata seorang wanita berkacamata padaku. Ia langsung menggandeng tangan pria tadi dan tersenyum.

Alhamdulillah…

“Terima kasih ya Mbak, ujarnya”

“Iya” ujarku tersenyum

Kami pun naik lift bersama.

Sebenarnya masih bertanya-tanya bagaimana sebenarnya hukum menolong pria tadi? Ketika acara tersebut usai, aku mendiskusikan hal ini dengan seorang akhwat. Menurut beliau kita harus membantu orang tersebut jika keadaannya benar-benar urgen dan di sana sudah tidak ada orang lain yang bisa membantu.

Di samping itu juga aku jadi merenungi peranku nanti sebagai Pekerja Sosial yang pastinya tidak selalu bertemu dengan situasi nyaman atau realita yang hitam-putih. huff…

Wallahu a’lam.

Yang jelas hari itu aku kembali mendapatkan tarbiyah yang berharga dariNya =)

5 thoughts on “Nice Learning ;)

  1. nah itu rhan, aku juga belum terlalu paham mengenai kasus yang di ceritaku tapi kalau kondisinya benar2 tidak ada siapa2 lagi dan orang tsb benar2 tak dpt menolong dirinya sendiri, masa iya kita abaikan?

    Allah nggak mungkin menghendaki hambaNya sengsara =)

  2. mbak udah betul nggak gandeng dia pake tangan tapi pake tas. karena itu kan bukan darurat. kecuali kalo nggak ada orang di situ kecuali mbak dan nggak mungkin menuntunnya kecuali dengan menggandeng tangan, maka disitu berlaku kaidah fiqh: “Adhdharurat tubihul mahzhurat” (darurat membolehkan sesuatu yang terlarang). zadakillahu hirshon…

  3. waanti fajazakillahu khairon, maklum mbak, saya pemula dlm dunia blog dan tulis menulis. saya lagi nyari inspirasi dan pengalaman dari tulisan orang lain, makanya sering “nyasar” ke mana aja. salam ukhuwwah, barakallahu fiik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s