Berpikir Positif?


Berpikir positif setiap waktu adalah perkara yang susah-susah gampang apalagi ketika berada dalam situasi atau komunitas di mana orang-orangnya tidak mudah untuk berpikir positif. Di sini kemampuan kita untuk berbaik sangka akan semakin teruji.

Menurutku, berbaik sangka atau berpikir positif adalah buah dari keimanan seseorang terhadap Allah SWT. seseorang yang berpikir positif tandanya meyakini bahwa setiap hal yang terjadi adalah Allah yang menetapkan dan itu merupakan jalan terbaik bagi hambaNya.

Ana ‘inda dloni ‘abdii” yang artinya ” Aku ( ALLAH ) ada dalam
prasangka hambaKu atau Aku mengikuti prasangka hambaku.” 

 (Hadits Qudsi)

Tak mudah mengimplementasikan hadits tersebut memang, tetapi kenyataannya jika kita benar-benar mau memahaminya, insya Allah kita termasuk orang yang beruntung. Katakanlah ada seseorang yang berniat jahat kepada kita tetapi kita tetap berbaik sangka dan bersikap  baik kepadanya, siapa tahu Allah Menggerakkan hatinya untuk membatalkan niatnya tersebut atau bahkan memberinya hidayah untuk menjadi orang yang baik melalui perantara kita. atau pun jika ternyata orang tersebut benar-benar berlaku jahat terhadap kita, kita takkan terlampau sakit, menyesal atau meratapinya karena segala prasangka baik telah kita serahkan kepada Allah pun kita yakin bahwa setiap hal yang terjadi pasti terdapat hikmah di baliknya. lain halnya jika kita dengan mudah berprasangka buruk, maka manakala kita terselamatkan dari perkara yang buruk, kita akan membenarkan bahwa karena berprasangka buruklah kita terselamatkan dan bila prasangka buruk itu benar-benar terjadi, kita akan mudah menyalahkan situasi atau orang lain, menyesalinya, bahkan menyalahkan takdir yang Allah berikan. na’udzubillah… padahal prasanga buruk tidak dapat merubah takdir seseorang. doalah yang dapat merubah takdir seseorang menjadi lebih baik. doa yang tulus dan jujur dilandasi niat yang baik.

Maka dari itu hendaklah menjadi orang yang membiasakan diri berpikir positif agar perkataan, perilaku,  dan apa pun yang keluar dari diri kita memancarkan aura positif dan insya Allah kita akan memiliki produktivitas yang besar.

wallahu a’lam

5 thoughts on “Berpikir Positif?

  1. nah itu kak… coba deh kasih contohnya?
    aku pernah dengar dari ustadz (sayang lupa namanya! huhuhu…) bahwa kewaspadaan, kecurigaan dsb itu sebenarnya tak menghalau takdir buruk yg akan menimpa kita. husnuzhon kepada Allah dan doalah yg menghindarkan kita dari kesulitan saat adanya musibah/ cobaan tsb…

  2. kalau secara singkat -menurutku- waspada itu selalu disertai oleh usaha / strategi agar hal buruk yang tidak diinginkan itu tidak terjadi dan yang waspada bisa muncul tanpa ada aksi ‘mencurigakan’ dari orang2 sekitar sebelumnya.

    sedangkan kalo su’udzon itu muncul tanpa dasar (subjektif), cenderung menghakimi (tanpa alasan yang rasional) dan muncul setelah ada aksi yang mencurigakan dari sekitarnya.

    Contoh:
    saya harus tetap waspada saat naik kereta karena menurut pengalaman banyak copetnya (realita), maka sebelum naik kereta (bahkan sebelum ke stasiun), yang ada dipikiran saya adalah bagaimana agar hal buruk itu tidak terjadi pada saya sehingga saya memakai tas gemblok agar mudah dijaga (ditaro di depan). Kalo su’udzon itu munculnya saat ada aksi ‘mencurigakan’ dari orang, sehingga re-aksi kita adalah curiga pada org tsb (su’udzon).

    gitu -menurutku- kalo dilihat dari waktu munculnya kedua perasaan itu. sehingga -masih menurutku- waspada itu baik karena disertai dengan strategi / usaha yang akan dilakukan..

    wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s