ketika suatu persoalan begitu rumit terlukiskan dalam kepala, ingin rasanya mengeluarkan uneg2 ini. tapi kpd siapa?

ia yang kuanggap dapat mengerti, ah tapi tidak boleh. tidak ahsan. tapi apakah yang lain mau mengerti???

apakah lebih baik aku diam? menjalani saja prosesnya? hingga nanti segala kuputusannya keluar dan…

jujur aku agak takut menghadapinya. saat ini memang tidak ada batu besar yang menghalangi pandang atau menghimpit hati tapi nanti…

ketika anggapan bahwa kami pasti dapat melakukan yang terbaik lalu perlahan mereka pergi

mereka yang memang tak perlu merasa terikat dengan semua ini

mereka yang lebih senang dengan jalannya masing2

astaghfirullah… kenapa aku ini?

mereka pasti punya alasan

iya, aku juga punya tapi aku tak bisa pergi

aku tak punya pilihan

bukan! pilihanku memang di sini

tapi yang lain juga membutuhkanku

bukan! mengapa kau selalu berpikir bahwa kau harus memegang semua?

tapi aku memang tak bisa tak mau melepaskannya

apakah aku terlalu ambisius?

STOP!

cukup–

sekarang tenangkan dirimu dan  cobalah memandang dari sudut yang lebih luas serta serahkan saja semua kepadaNya

yakinlah…

— pun rasanya tak mudah untuk mengungkapkannya dan ini semakin membuatnya rumit–

“keluarkan diri kamu dari invisible black box yang selama ini memenjarakan asumsimu, bahwa sebenarnya kamu bisa jauh lebih baik untuk mengkomunikasikan ini..”

ya semoga…

aku masih ingin bergerak memperjuangkannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s