ritual itu…


Adzan Maghrib tlah berkumandang

sayup-sayup takbir terdengar di kejauhan

satu persatu pesan mulai berdatangan turut merayakan hari kemenangan

dulu, ritual ini amatlah mengasyikan

di sela-sela perjalanan menuju kampung halaman

kemudian menghitung-hitung jumlah pesan yang masuk

berlomba-lomba dengan saudara mendapatkan jumlah terbanyak

kini, ritual itu terasa hambar bagiku. artifisial

entahlah yang ditulis berdasarkan hati atau sekedar menyadur pesan orang

entahlah mengirim benar-benar ingin meminta maaf atau hanya memenuhi kewajiban berlebaran

entahlah pesan yang diterima benar-benar dibaca dengan hati dan dibalas dengan doa

entah…

rasanya ingin menonaktifkan benda ini selama beberapa hari supaya bisa tenang

dinginkah aku?

bagaimana denganku?

jujur, malas sekali menggerakkan jari-jari ini pada tuts-tuts benda persegi itu

adakah cara lain tuk menyampaikan esensi hari kemenangan esok?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s