Cukuplah Ia yang mendekap hatimu…


Ukhti,

Seperih itukah?

Meronta dalam kelam…

 

Aku jadi malu ukhti

Malu akan keteguhanmu

Malu akan ratapanmu karenaNya

Malu pada diriku sendiri

Malu padaNya…

 

Ukhti,

Kau pikir aku sekuat itu?

Tidak ukhti

Sungguh, aku tak sebaik yang kaupikir

Aku hanya manusia biasa ukhti

Yang masih Allah berikan nikmat hingga kini

Tuk selalu menopang di saat diri ini hendak terjatuh

 

Ukhti,

Tak bisa kukatakan,

Kalau aku paham dengan apa yang kau rasakan

Hanya ingin berkata,

Menangislah sepuasmu

Luapkanlah segala perasaanmu

Biarkan ia membasahi tiap pori-pori asamu

Jangan ditahan!

Kau tak perlu menyangkalnya

Cukup rasakan

Terimalah adanya

Hingga kau berani memperjuangkannya

Untuk berhenti atau berlari

 

Ukhti,

Layaknya semua pejuang,

Kau ataupun aku akan senantiasa diuji

Hingga keimanan itu benar-benar mengakar dalam hati

Meskipun terpisahnya jiwa dari ragamu,

Takkan mencerabutnya dari dirimu

Bangkitlah!

 

Ukhti,

Maafkan,

Hanya dapat memberi ini

Sejumput doa dan harap padaNya

 

Maafkan aku…

Cukuplah Ia yang mendekap hatimu…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s