Jazaakallah Abi…


abi

“Nes, ini bapak cuma nanya aja ya, nggak usah dipikirin serius atau berat”

“Apa?”

“Kamu ntar kalo udah lulus kuliah, kebayangnya mau tinggal di Jakarta apa Semarang?”

“Mm, Jakarta . . . Bapak mau tinggal di Semarang ya?”

“Iya . . . (ia menatapku) tapi nggak enak ya…?”

<ia memelukku>

“Belum pisah kok sudah kangen ya… hehe… tapi kalau Bapak mau tinggal di Semarang ya silahkan…”

 

Nggak kebayang berpisah dari pria itu…

yang selama ini membesarkanku dengan sedemikian rupa (duh mata ini mulai menghangat)

yang rela berpegal-pegal dipeluk ibuku di kamar bersalin hingga aku lahir

yang pertama kali memandikanku sepulang dari rumah sakit

yang menyuapiku dengan sabar saat nggak doyan makan

yang tak tega mengganggu tidurku barang sejenak padahal membutuhkan sesuatu di  kamarku

yang ikhlas menggendongku hingga ku muntahi kala aku demam

yang menemaniku bermain hingga aku lupa akan kepergiannya untuk lembur malam

yang memberanikanku saat merasa kurang percaya diri

yang membuatku tertawa saat hati merasa gundah

yang mendampingiku saat pertama aku mendapatkan “tamu”

yang bersabar dengan segala kelakukanku

yang selalu siap sedia kala aku membutuhkannya

yang hangat memelukku dan membelai kepalaku

yang menahan sendirian beban dalam hatinya

yang tabah dengan segala ujian dalam keluarga kami

yang telah memberikanku kepercayaan besar untuk memutuskan pilihanku sendiri

yang banyak berkorban demi kebahagiaanku

yang tak tergantikan…

 

Suatu hari beliau berkelakar,

“Nes, bapak baru akan pergi setelah ada yang menjagamu dan insya Allah orang itu lebih baik dari bapak”

 

Ya Rabb,

Berkahilah hidupnya…

berikanlah ia tempat kembali yang terbaik

izinkanku berkumpul kembali dengannya dalam ridhoMu…

 

 

[tak bisa membendung  luapan perasaan saat menuliskannya,

dasar melankolis! ^___^]

9 thoughts on “Jazaakallah Abi…

  1. wa’alaykumussalam, jazaakillah ukhti… =)
    semoga kamu istiqomah melahirkan karya2 yang bermanfaat bagi ummat ya!😉

  2. haduh kamu,,, untung dia ga tambah gendut, bingung ntar naro kandangnya di mana… hee,,, ;9

    oya, klo mo ngasi komen yg ga terkait tulisan, tulis aja di bilik tamu… makasih… ^ ^

  3. ayahku, juga ayah terbaik untukku.

    tapi ayahku, tak pernah terbaik untuk siapapun kecuali aku.

    hanya aku,

    tapi ayahku itu baik kok,,

    tapi ya baik ya,, baik-baik-baik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s