Pengobatan Tradisional


Sebagai keluarga yang punya daftar riwayat penyakit cukup mengkhawatirkan (secara fisik dan psikis), kami memang terbiasa dengan pola hidup cukup strict soal kesehatan, karena salah makan sedikit saja bisa jadi sakit perut atau sakit tenggorokan lah minimal. Akhir-akhir ini, bapak yang mulai kumat segala penyakitnya dari jantung, batuk yang nggak sembuh-sembuh, pegal-pegal dsb, sedang punya ketertarikan dengan obat-obatan herbal dan pengobatan tradisional. Pas sekali, ada seorang teman bapak yang menekuni beberapa seni pengobatan tradisional seperti akupuntur, prana, dan hipnoterapi. Saya sendiri sebenarnya tertarik dengan seni pengobatan tradisional karena saya yakin Allah telah Menciptakan alam semesta dengan manfaatnya yang begitu besar dan secara alami mampu memulihkan manakala terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh manusia. Selain itu juga karena sedikit trauma dengan pengobatan konvensional yang rada “angker”.

Jadi ingat sewaktu perawatan syaraf gigi hingga lebih dari sepuluh kali bolak-balik ke dokter dengan kocek yang nggak murah, sakit yang aduhai, dan dokternya yang… bener-bener bikin kapok sakit gigi lagi. Sekarang setelah tambalan lepas dan belum sempat (baca : menyempatkan) ke dokter lagi, saya jadi parno kalau mau makan, bawaannya tegang, takut giginya kumat. Karena sekalinya kumat, wuidi… benar-benar nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Bahkan tidur pun sulit. Kepala rasanya pening, sakit sampai ke telinga dan mata (nggak usah dibayangin, nggak enak deh pokoknya). Baru saja konsultasi dengan Pak H (inisial nama teman bapak itu), saya langsung ditawari tusuk jarum (baca : akupuntur), “Nanti ditusuk di pipi sampai tembus terus tahan sakitnya, cuma lima belas menit kok Mbak, memang sakitnya akan luar biasa (kayak pas lagi kumat) tapi setelah itu nggak akan sakit-sakit lagi” hee??? spontan ekspresiku langsung nggak enak. Dipikir-pikir dulu deh… Sebenarnya cukup berminat karena menurut saya, pengobatan tradisional tanpa efek samping dan terpercaya. Soal menahan sakit, anggaplah sebagai kompensasi yang harus dibayar.

Kembali ke pengobatan tradisional, saya tertarik untuk mempelajari seni pengobatan tradisonal ini. Nah, Pak H ini ternyata mau membagi ilmunya ke orang lain. Beliau punya enam orang murid yang belajar akupuntur namun hanya satu orang yang berhasil menguasainya yaitu seorang ibu. Mungkin penyebabnya karena mereka tidak memiliki bakat atau pun kurang tekun mendalaminya. Sebenarnya yang saya minati adalah hipnoterapi karena menunjang minat saya akan ilmu kejiwaan manusia. Dengan begitu, semoga saya bisa memberikan manfaat kepada orang lain, minimal orang-orang terdekat. Akan tetapi, saya belum memahami persis bagaimana hukum mempelajari hal ghoib semacam in dalam Islam. Hanya yang saya tahu,  Pak Harto mengatakan kalau ini tak ada hubungannya dengan jin. Dipikir-pikir juga kemarin saya baru mendapat pelatihan hipnoterapi yang dikelola ikhwah. Jadi bagaimana ya??? Ada yang mau memberi tanggapan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s