expanding my micro skill


Sudah 2 kali berkunjung ke BKM (Bimbingan Konseling Mahasiswa) UI di PKM lantai 2. Senangnya ngobrol sama Mbak Ika (seorang psikolog akhwat). Awalnya ingin minta solusi atas permasalahan, yang intinya adalah aku harus “menciptakan” momen khusus untuk diriku sendiri, di mana aku bisa jujur dengan perasaanku dan menyalurkan emosi dengan benar, melepaskan beban dan mencoba tuk rileks (didiagnosis terlalu tegang) sehingga emosi itu nggak tertumpuk di dalam dan bisa meledak sewaktu-waktu saking sudah nggak tertahankan. Namun, lama-lama jadi diskusi soal pengobatan alternatif psikologis. Diperkenalkanlah dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan rencananya aku ingin mempelajari metode ini. Selain bisa dipelajaari dengan mudah, bisa dengan mudah diterapkan ke orang lain juga.

Selain itu, menarik juga kalau bisa praktikum I di BKM, lantas tadi aku mengunjungi PAPA (PAku dan PA ka’Ang) tercinta, nanya-nanya soal praktikum. Dijelaskanlah soal 3 setting kessos yaitu mkro, mezzo, makro. Singkatnya, karena minatku di mikro, maka bisa saja aku praktikum di sana asalkan ada masalah atau alasan yang kuat untuk itu. Ternyata praktikum itu sendiri nggak serumit yang kubayangkan. Pada praktikum I, mahasiswa diperkenalkan kepada lembaga, melihat permasalahan yang ada pada lembaga dan mengelompokkannya (assessment), kemudian memprioritaskan permasalahan dan terakhir ikut dalam proses pengambilan keputusan alias tahap perencanaan program. Selesai! Untuk implementasinya itu di praktikum II hingga terminasi. Hm,,hm,, jadi nggak sabar mo cepet-cepet praktikum! ^^

Untuk mikro, yang dilakukan semasa praktikum bisa berupa penanganan kasus, jadi nanti berhubungan langsung dengan klien (individu) <senengsenengseneng^—^> makanya dari sekarang udah PDKT sama psikolog biar auranya nular… ehehe… Sebenarnya tadi Mbak Ika bilang sedang butuh mahasiswa untuk magang beresin berkas-berkas (filing) yang masih berantakan (karena beliau single fighter (dan ngakunya orangnya acak-abstrak sama kayak aku >__<) jadi ngerjain semuanya sendirian, tapi kayaknya kalo minta tolong aku sama aja dodol deh). Jadi, memang lebih baik menangani klien aja supaya melatih skill mikronya karena untuk beberapa kasus, memang diperlukan bantuan teman sebaya (peer counselor).

Yup,yup! SEMANGAT 45 tuk karir ke depan! SEARCHING FOR NEW WORLD!!! (ceile… padahal UTS besok belom blajar! huaaaaa!!!!!!!)

Iklan

One thought on “expanding my micro skill

  1. Wah semangat! Aku jadi ikut senang! Ntar kapan2 kalau kamu udah magang di sana, aku mau sok-sok curhat aaahhhh (‘sok-sok’ tapinya) haha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s