This Is It!!!


Monday, November 02, 2009

Bismillahirrahmanir rahim…

Banyak sekali hikmah yang ajeng tangkap dari film behind the scene konser “This Is It”. Bahkan ampe masih rada hampir akan sedang kepikiran sampai saat ini… padahal nontonnya udah dari kemarin malam sama papa mama dan kakak. Hikmahnya misalnya, betapa MJ sama sekali nggak secuilpun ada kesan sombong dari perangai-nya( two thumbs up untuk hal ini), nggak ada sikap emosian nggak sabar… kok ya sabar bgt gituya… yang hebatnya lagi, film itu juga menggambarkan Michael yang dengan humble “mengkader” para beginner di dunia entertainment. Salut dengan semua personel on stage yang dia pakai beginner semua, dan nggak hanya itu, dia bukan aja ngajarin, tapi juga ngasih moment masing2 untuk “bersinar” diatas panggungnya dia… What a great Emotional Quotient!!!

Belom lagi yang nunjukkin betapa dia pantes bgt se-sukses itu. Nggak usahlah kita lari ke ayat yang bilang bahwa kita muslim jangan iri kepada gelimang harta dan dunia yang diberikan Allah kepada non muslim. Sehingga kita bisa bilang kepada mereka yang amat jetset di dunia ini bahwa mereka memang kaya krn takdir. Bukan… bukan itu! Ayatnya sama sekali nggak salah… tapi kadang itu malah menjadi “justifikasi” muslim untuk tidak “kuat” dalam perekonomian dan dunia bisnis, apalagi muslim Indonesia yang mostly masih pada males (bercermin diri). Michael Jackson mendapat gelar entertainer terbaik di dunia krn memang beliau amat sangat mendalami tiap angle dunianya. Dari detail koreografi dancer nya, detail setiap instrument dimusiknya, kostumnya, pengaturan on stage, efek2nya, seeeeemuanya, dan terlebih lagi… dia jalanin itu semua dari hati. Lengkaplah sudah semua resepnya untuk sukses dunia… Man Jadda Wajadda (siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya) remember?

Baiklah, ajeng nggak akan menjadikan tulisan ini biografi MJ, krn bukan itu intinya. Tapi hikmah yang paling besar adalah pesan inti “This Is It!”, yaitu intinya adalah (if I’m not mistaken) lagu “earth song” yang mau bilang bahwa kerusakan bumi kita sudah amat parah, beliau mau nyampein bahwa jangan sampai kita mencapai titik dimana bumi sudah sangat rusak, hingga kita sampai titik yang disebut “point of no return” (tidak bisa kembali/diperbaiki lagi). Jadi maksudnya adalah “This Is It!!!” (Inilah saatnya!) saatnya, sekarang, saat ini untuk kita mulai peduli pada bumi, mulai menyadari kesalahan-kesalahan kita sama alam… mumpung masih ada kesempatan untuk perbaikan… at least we noticed… and be a better person. A better person for others… a better person for the earth… a better person for the children… a better person everything. Setelah menunjukkan tentang “earth song”, kemudian langsung ditutup oleh scene dimana MJ latihan lagu “The Man In The Mirror”. Yang maksud lagunya adalah bahwa kalau kita mau merubah apapun, mulai dari diri kita sendiri…

Man… ajeng kerjaan nya penerapan program bersih sehat dan hijau dari komunitas ke komunitas slum di jakarta… sedangkan tidak semua atau lebih tepatnya, hanya sebagian kecil yang ajeng sendiri terapkan bener-bener di rumah… Jadi nancep tea setelah nonton ini pilem.

Coba kalau kita bedah lagu… liriknya earth song yang, “….” Bingung deng mau ngutip yang mana… semua nya penting menurutku… but anyway… coba liat liriknya yang bilang, Did you ever stop to notice The crying Earth the weeping shores… what’ve we done to the world… look what we’ve done…”…

Ajeng masih inget, dulu waktu ajeng masih SD, mama (atau papa) beliin kita alat penangkap kupu2, yang bentuknya batang dengan jaring… hanya untuk ditangkap untuk dilihat bentar, lalu dilepasin. Waktu itu mudah bgt nyari kupu2… tinggal keluar rumah, kupu2 banyak… krn masih banyak kebon, bisa main seharian lah ma alat itu. Trus juga ada sarang lebah bulet gede di pohon rambutan depan rumah… banyak bunga disana sini… banyak sawah… kalo lari pagi ma tetangga, biasanya berangkat jam 6 pagi. kita pasti rada takut lewat jalan tembus kelurahan yang deket pasar, krn banyak ayam liar yang galak… soang atau angsa di sungai kecil itu juga galak2… kadang kita suka mainin eceng gondok dan ngeliatin bunga teratai yang di tengah rawa kecil… betapa itu semua masih jelas di memori.

Tanpa sadar… sawah2 itu sekarang jadi real estate, kebon-kebon itu jadi rumah, kupu2 udah kaya binatang punah dikomplek ini. Minggu lalu, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir mungkin… ajeng lewat lagi ke jalan tempat ada angsa yang dulu… dan tempat itu sudah berubah jadi kali yang jorok… tentunya nggak ada ayam liar, apalagi angsa…

And then I finally noticed, this neighborhood is changing rapidly… “What have we done? Look what we’ve done…” Should I blame the government? And of course if I do that, the current government will blame the previous one, and so on. Or should I blame the society for the non survival swans? Am I not the part of the society? And the bigger question just pop into my head, what about my children… how can they grow up in such dusty neighborhood like this? What if they can no longer use the clean water from the tap? So how can they appreciate the earth… If all they can see is a contaminated earth… contaminated water… contaminated sea… They will think that the color of the river is normally black, or they might say, “bunda, emang bener katanya dulu disini ada ikannya???” or, “aduh panas bunda, nyalain AC dooong” (padahal sampe sekarang menurutku bekasi (at least jatiasih) masih adem, bahkan kalau malem nggak pake selimut, pasti masuk angin, padahal nggak pake kipas apalagi AC). Ya ampun… anak guwey… gimanaaaa hidupmu nanti nak…

“This Is It!” before we reached the point of no return…

· Tolaklah setiap tawaran pakai plastic di toko2 atau pasar2. Kendatipun demikian, untuk belanja harian, bawalah tas belanja trendy nan OK. Sekarangkan banyak tuh tas-tas kertas mirip tisyu… bisa dilipet2 praktis taro tas, jaga2 buat belanja di waktu tak terduga.

· Sebisa mungkin pilahlah sampah dirumah, organic dan non organic. Yang non organic kita masukin ke lubang biopori (bikin aja setengah jam juga beres kok! Gatau caranya? Google atuh ;p), dan yang non organic dibungkus, lalu buang aja, nanti juga akan dimanfaatkan oleh pemulung. Ingat! Sampah hanya akan berguna jika terpilah-pilah. Jujur mba’ku dirumah juga masih belom mudeng2 juga soal pemilahan sampah… tapi yang jelas, roma tidak dibangun dalam 1hari.

· Hematlah pemakaian air, ingat! Ini bukan soal duit, seriously duit banyak pun nggak ngaruh, saat air tanah di lingkungan mu mulai menguning, seperti di suatu tempat di jakpus, ada sekolah hebat dan besar, punya fasilitas MCK baru dan lain-lain, tapi nggak ngaruh krn airnya udah kotor… uang banyak nggak ngefek buat mereka.

· Habiskan air yang kamu minum hingga tetes trakhir. Belom pernahkan ke tempat yang kalo mau ambil air mentah aja kudu jalan berjam-jam?? ? Minta ditampar nggak sih kalo mereka tau perlakuan remeh kita pada air minum? Secara logika, dulu, air minum ya tinggal nyiduk… sekarang kudu bayar Rp.2500/botol. Nanti? Disinyalir air minum akan lebih mahal dari minyak goreng (sekarang aja minyak goreng paling murah bgt Rp 18.000/5liter) (kalo nggak salah)

· And for your own sake jangan buang sampah sembarangan! Primitif tau! (walaupun ajeng yakin semua friendku di facebook+friendster +twitter (padahal nggak punya twitter) semuanya sudah melewati tahap ini). Bagi mereka yang masih belom taubat dan masih merokok, kan udah bagi-bagi penyakit paru-paru, mbo’ya buang puntung rokok masa masih sembarangan juga? Satu kata berimbuhan untuk mereka: m-e-m-a-l-u- k-a-n · Hemat listrik. Sekali lagi ini bukan soal duit… tapi soal betapa banyak tambang alam yang harus dihabiskan nan tidak tergantikan itu demi computer nggak tersentuh itu menyala sepanjang abad…

· Tanam Pohon… atau minimal… rawat pohon-pohon dan tanaman disekitarmu. (kalo yang ini ajeng juga msih belom total… mohon dukungannya, ayo kita bareng2 lah mulainya)

· Last but not least… amar ma’ruf nahi mungkar. Tegakkan kebenaran dan perangi kejahatan. Dengan halus nan persuasive, kita ajak sekitar kita untuk mulai bertindak kecil-kecilan selamatkan mother earth. Do it for your earth. Do it to save those unfortunate people. Do it for your children’s future. Do it for your cute little nephews. Do it for yourself (in case you’ll live until 90 years old). And the most important one… Do it for your God, Allah Azza Wajalla.

This Is It!!!

Waslm

 

-Ajeng Rahmani Rijadi-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s