ya begitulah…


raga telah lelah mengharap rebah namun akal masih mengembara liar telusuri rimba rimba akan masa depan, pengharapan, mimpi, idealisme, da’wah, ummat, kehakikian…

mengharap belas kasih diri yang hanya punya beberapa watt untuk sekedar mematikan laptop namun jemari memaksa menari puaskan akal yang terkadang tak tahu diri. huff… masih saja terkungkung belenggu yang tak nampak ini. mencoba mendobrak namun apa daya

sedari tadi coba membaringkan diri sejenak namun gagal;  mencoba menggarap UAS take home tentang perspektif sosiologi gagal, sudah muak duluan dengan barang sekuler itu; ngerjain EAT POSDM? tar dulu dah… (maap bos!  ); tilawah sebentar agar sedikit tenang, tak begitu juga berpengaruh; menulis-nulis ga jelas, ga ngefek juga;  ngesms para akhwat tersayang, mayan menghibur tapi belum juga bisa mengendurkan urat syaraf.

ada apakah gerangan wahai diriku?

otak ini penuh dengan rencana yang sebenarnya bingung untuk merealisasikannya

pertanyaan yang nampak maupun tersembunyi dalam hati selalu menggoda diri untuk segera membuat keputusan tentang masa depan

sementara yang baru berani kugemakan hanyalah

“Pak, kapan ya kita bisa bicara serius?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s