wahai ibu,


 

 

bukankah kau ber’azzam kan menjadi ibu dari seorang mujahid?

ibu yang kan mewakafkan putra putrinya untuk jihad fi sabilillah

yang kelak kan kibarkan panji-panji kejayaan Islam di bumi Allah

menjadi khalifah

yang korbankan jiwa raganya atas nama Allah

hingga pilihannya hanyalah hidup mulia atau menjadi syuhada

masihkah kau ingat janjimu itu wahai ibu?

apakah hendak kau turunkan bahumu?

hendak menyerah?

dua-tiga dunia seharusnya tak membuatmu tunduk tenggelam

apalah arti satu dunia yang tengah menggoncangmu kini?

sungguh, dunia terlalu hina untuk kau tangisi wahai ibu!

ibu mujahid takkan runtuh karena perasaannya terkoyak

ibu mujahid takkan runtuh karena kehilangan apa yang bukan miliknya

ibu mujahid takkan runtuh karena dihadang gamang

camkan ini wahai ibu!

Allah Menempamu agar kelak pantas menjadi ibu sang mujahid

yang kan gentarkan dunia dengan tangis kelahiran sang mujahid dari rahimmu

layaknya Ibunda Khadijah ra

layaknya Siti Hajar

layaknya Nusaibah binti Ka’ab al-Maziniyah

layaknya Asma’ binti Abu Bakar

layaknya Sumayyah ra

kini BANGKITLAH IBU!

BANGKIT!

BANGKIT!

tegakkan bahumu!

mantapkan langkahmu!

tersenyumlah kepada dunia!

murnikan kembali hatimu dengan CintaNya

tegakkan kebenaran dan lantakkan kebathilan

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

perbaharuilah janjimu

bahwa kau memang pantas

bahwa kau kan menjadi

IBU DARI SANG MUJAHID

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s