sebuah catatan


“… dia tuh dipukulin terus diperkosa sama bapaknya sendiri, tapi dia diem aja, dia nggak mau terbuka sama saya, soalnya dia juga suka sama bapaknya karena Mas J kan ganteng. Saya trauma ri, soalnya dulu tuh ya bapak saya punya anak dari sepupunya ibu sendiri. jadi saya nggak percaya lagi sama siapa-siapa, sama saudara, pembantu, tetangga… ”

[suatu saat mendengar percakapannya dengan seorang famili di telepon, nampaknya famili tadi berusaha mengembalikan kognisinya ke realitas namun…  — hanyalah sebagian kecil contoh waham saat kesadarannya kembali direnggut oleh penyakit itu]

 

tak ada lagi rasa

tak lagi mengerti

jangan, jangan bawa logika di sini

simpan saja petuah 

mulut berbusa pun sia belaka

hanya doa doa doa dan obat yang tak boleh lewat

serta kesabaran yang tak kenal tepi

lupakan, lupakan saja sakitmu

tak perlu sedu sedan

yakinlah

Ia kan Membalasnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s