Manisnya Menebar Kebaikan


 “Eh, kemarin aku lihat Fulanah membantu petugas kebersihan membersihkan kelas kita lho sepulang sekolah.”

“’Aisyah, terima kasih ya nak, karena membantu ibu membersihkan rumah hari ini, kamu sampai membatalkan janji ke toko buku bersama temanmu.”

“Fulan terlambat datang kerja kelompok katanya, karena ia sedang mengantar teman satu kostannya yang sakit ke dokter.”

“Subhanallah ya Kak Ali, di saat amanahnya menggunung di kampus juga bekerja, ia selalu menyempatkan diri mengisi mentoring setiap pekannya.”

Cuplikan percakapan di atas hanyalah segelintir perbuatan baik yang dapat dilakukan oleh seorang pemuda muslim. Ya, sebagai pemuda, hendaklah kita senantiasa mengisi waktu kita dengan hal-hal positif dan produktif yang bermanfaat bagi orang lain. Apalagi melakukannya di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, insya Allah puasa kita akan bernilai lebih dan pahala yang mengalir lebih banyak berkali-kali lipat. Kita pun akan semakin dekat dengan Sang Khalik. Perbuatan baik ini amat mudah dilakukan terhadap siapapun, apakah itu orang tua kita, teman, saudara, bahkan orang lain sekali pun. Baik dengan materi, tenaga, pemikiran, waktu dsb. Bahkan di dalam Islam, senyum pun adalah ibadah yang bernilai sedekah, seperti dalam sabda Rasulullah saw,

“Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria“

(Hadits shahih, riwayat Muslim)

Ada salah satu episode Chicken Soup yang begitu menginspirasi saya. Episode tersebut menceritakan tentang seorang laki-laki yang berbuat baik kepada orang lain, kemudian orang tersebut ingin membalas kebaikan laki-laki tadi, maka ia berkata, “Berbuatlah kebaikan kepada 10 orang setelah ini.” Kemudian orang yang ditolong tadi melakukan kebaikan-kebaikan kepada orang lain. beberapa hari kemudian, laki-laki tersebut mendapat kesulitan ketika sedang di luar rumah. Tiba-tiba ada seseorang yang tidak ia kenal hendak membantunya menangani kesulitan tersebut. Kemudian apa yang dikatakan orang itu? “Berbuatlah kebaikan kepada 10 orang setelah ini.” Sang lelaki pun tersenyum.

Indah bukan? Kebaikan-kebaikan yang terus bersambung tadi akhirnya kembali kepada orang yang pertama-tama berbuat baik. Apalagi di dalam Islam yang Rahmatan lil ‘alamin, kebaikan yang kita lakukan bagi orang lain akan menjadi sungai yang mengalirkan pahala tak putus-putusnya manakala kebaikan tersebut dapat membuat orang lain berbuat baik pula. Rasulullah saw bersabda,

Demi Allah!  Jika Allah memberikan hidayah (kepada) seseorang dengan perantara dakwahmu, itu lebih baik bagimu dari seekor unta merah (kendaraan termewah pada zamannya).”
 (Hadits shahih, riwayat Bukhari & Muslim)

“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya terputus, kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akannya.”

(Hadits shahih, riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, an-Nasa-i, al-Baihaqi)

Dalam melakukan amalan-amalan kebaikan, seorang muslim hendaknya menyertainya dengan niat yang lurus, ikhlas karena Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah saw,

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan sangat tergantung kepada niatnya. Dan bagi setiap manusia (hasilnya) tergantung kepada apa yang diniatkannya. Maka barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang berhijrah karena dunia yang ingin dia dapatkan atau perempuan yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu tergantung kepada apa yang dia niatkan.”

(HR Bukhari dan  Muslim).

Sebagai seorang muslim, kita mempunyai teladan sepanjang zaman yakni manusia terbaik yang Allah ciptakan. Maka perbuatan baik yang kita lakukan hendaknya sesuai dengan apa yang Rasulullah saw contohkan, baik yang berupa ibadah-ibadah wajib kepada Allah seperti shalat, puasa, zakat dan haji, maupun yang bersifat muamalah terhadap sesama manusia di sekitar kita, baik dalam aspek ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan sebagainya karena ajaran Islam yang indah senantiasa membawa kebaikan kepada siapapun, kapan pun dan di mana pun.

Untuk dapat melakukan amalan-amalan baik dan juga benar, kita perlu memperdalam wawasan kita mengenai Islam itu sendiri karena amalan yang dilakukan tanpa diimbangi dengan ilmu akan timpang bahkan dapat membahayakan, misalnya seseorang yang ingin membantu memperbaiki sebuah mobil mogok, tentunya harus mengerti soal otomotif, jika tidak, ia malah akan merusak mobil tersebut atau bahkan membahayakan nyawa penumpangnya. Islam sendiri adalah Diin yang mengajak kita untuk menjadi insan yang berilmu dan karenanya, Allah meninggikan derajat kita. Seperti yang tertera dalam Al Qur’an,  

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(QS Mujaadilah: 11)

Nah, ilmu mengenai keIslaman tadi dapat kita peroleh dari buku-buku Islami, ceramah-ceramah agama, diskusi-diskusi dalam mentoring, media-media Islam seperti http://www.eramuslim.com maupun bergabung di dalam organiasi-organisasi Islam, misalnya ROHIS. Di sana insya Allah kita akan belajar banyak tentang bagaimana berniat, berilmu, dan beramal yang baik dan benar sesuai ajaran Islam. Pun, dengan bergabung dalam barisan orang-orang shalih, kita akan gemar melakukan kebaikan dan insya Allah akan mendapatkan kebaikan di dunia maupun di akhirat dari Allah SWT. Sebagaimana firmanNya,

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

(QS Muhammad : 7)

Berbuat baik sesuai ajaran Islam merupakan anugerah tersendiri yang terasa manis bila kita lestarikan. Perbuatan baik yang sudah kita bangun tadi harus kita pelihara dengan melakukannya secara tertib, teratur, dan terus-menerus. Rasulullah saw bersabda,

“Sebaik-baik amal perbuatan adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun kecil (sedikit).”

 (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah).

Untuk itu, mari kita mulai menebarkan kebaikan-kebaikan Islami di sekitar kita agar Ramadhan kali ini meninggalkan tanda yang indah di hati kita dan setelahnya, amalan-amalan tadi akan menjadi akhlak terpuji yang kan menemani hidup kita seterusnya.

Semangat menunaikan ibadah puasa saudaraku…

Semoga dapat meraih ridho Allah SWT

Be positive! Be productive! Be barakah!🙂

3 thoughts on “Manisnya Menebar Kebaikan

  1. subhanallah, barakallahu fiik..tulisan yang bagus mbak, ilmiah tapi ringan dibaca. truslah berjihad dengan tulisan! waffaqakumullahu lilkhair

  2. “amalan yang dilakukan tanpa diimbangi dengan ilmu akan timpang bahkan dapat membahayakan” betul mbak, membahayakan bukan cuma dunia tapi juga akhirat. ya subhanallah, seandainya umat ini mengerti ini, tentu nggak kayak sekarang jadi bulan-bulanan kuffar. Barakallahu fiik ya ukhti, wajazakillahukhairon ala ihtimamikunna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s