Yang Hilang…


Wahai jiwa..

betapa mudahnya engkau terbolak balik

hanya karena beberapa kata atau tindak yang mungkin

tak disengaja

——————————————————————————————————

M. Lili Nur Aulia

(Allah, Kokohkan Kaki Kami di Atas Jalan-Mu)

“Kata-kata itu, bisa mati,” tulis Sayyid Qutbh

“Kata-kata juga akan menjadi beku, meskipun ditulis

dengan lirik yang indah atau semangat.

Kata-kata akan menjadi seperti itu bila tidak muncul

dari hati orang yang kuat meyakini apa yang

dikatakannya.

Dan seseorang mustahil memiliki

keyakinan kuat terhadap apa yang dikatakannyanya

kecuali jika ia menerjemahkan apa yang ia katakan

dalam dirinya sendirinya, lalu menjadi visualisasi

nyata apa yang ia katakan.” Lanjut Sayyid Qutbh dalam

karya monumental Fii Zilaalil Qur’an

Saudaraku,

menjadi penerjemah apa yang dikatakan,

menjadi bukti nyata apa yang diucapkan.

Betapa sulitnya.

Tapi ini bukan sekadar anjuran.

Bukan hanya agar suatu ucapan menjadi berbobot

pengaruhnya karena tanpa dipraktikkan, kata-kata

menjadi kering, lemah, ringan, tak berbobot, seperti

yang disinyalir oleh Sayyid Qutbh tadi.

Lebih dari itu semua, merupakan perintah Alla SWT.

Firman Allah swt yang tegas menyindir soal ini ada

pada surat Al Baqarah ayat 44 yang artinya,

“Apakah kalian memerintahkan manusia untuk melakukan

kebaikan sedangkan kalian melupakan diri kalian

sendiri dan kalian membaca Al Kitab.

Apakah kalian tidak berakal?”

Membandingkan antara kita hari ini dan masa-masa lalu,

akan terasa bahwa ada banyak hal yang hilang dari diri

kita.

Kita dahulu, yang mungkin baru memiliki ilmu dan

pemahaman yang sedikit, tetapi banyak beramal dan

mempraktikkan ilmu yang sedikit itu.

Kita dahulu, yang barangkali belum banyak membaca dan

mendapatkan keterangan tentang Allah, Rasulullah SAW,

tentang Islam, tapi begitu kuat keyakinan dan banyak

amal shalih yang dikerjakan.

Kita dahulu belum banyak mendengarkan nasihat,

diskusi, arahan para guru dalam menjalankan agama,

tapi seperti merasakan kedamaian karena kita melakukan

apa yang kita ketahui itu.

Meskipun sedikit.

Saudaraku,

banyak yang hilang dari diri kita..

Dahulu, sahabat Ali radiallahu anhu pernah mengatakan

bahwa kelak di akhir zaman akan terjadi sebuah fitnah.

Antara lain, ia menyebutkan, “….Ketika sesorang

mempelajari ilmu agama bukan untuk diamalkan.” itulah

ciri fitnah besar yang terjadi di akhir zaman.

Sahabat lainnya, Ibnu Mas’ud juga pernah menyingggung hal ini

dalam perkataannya, “Belajarlah kalian, dan bila

kalian sudah mendapatkan ilmunya, maka laksanakanlah

ilmu itu. “Ilmu dan amal, dua pasang mata uang yang

tak mungkin dipisahkan. Tapi kita, sepertinya, kini

lebih bisa berilmu namun miskin dalam amal…

Saudaraku,

Berhentilah sejenak disini

Duduk dan merenunglah utnuk memikirkan apa yang kita

bicarakan ini. Perhatikanlah apa yang dikatakan lebih

lanjut oleh Sayyid Qutbh, “Sesungguhnya iman yang

benar adalah ketika ia kokoh dalam hati dan terlihat

bekasnya dalam perilaku. Islam adalah akidah yang

bergerak dinamis dan tidak membawa yang negatif.

akidah islam itu ada dalam alam perasaan dan bergerak

hidup mewujudkan indikasinya dalam sikap luar,

teterjemah dalam gerak di alam realitas.

Saudaraku,

Jika banyak yang baik-baik, yang hilang dari diri

kita, mari memuhasabahi diri sebelum beramal, melihat

apa yang menjadi orientasi dan tujuan amal-amal kita

selama ini.

Imam Ghazali mengatakn, “Jalan untuk membersihkan jiwa

adalah dengan membiasakan pekerjaan yang muncul dari

jiwa yang bersih dan sempurna.”

Saudaraku,

Mungkin banyak hal baik yang telah hilang dari diri kita..

—————————————————————————————————————————————-

awal sedikit sedikit

lama lama mengapa jadi menipis

akhirnya malah habis

Dahulu tiga juz

tereduksi menjadi

dua juz, satu juz, setengah juz

akhirnya hanya ingat jus..

jus alpukat..jus melon.. jus sirsak..

Dahulu shaum Daud..

mengendur menjadi shaum senin kamis..

lalu mulai lupa ayyamul bidh..

tinggallah tak makan hanya pukul 9 malam hingga pukul 5 esok paginya..

Dahulu tahajud full version..

lalu tak sempat dan yang penting paginya harus Shalat Duha..

tak sempat juga? yang penting rawatib bisa terjaga

lalu kuliah

lalu praktikum

lalu capek

lalu

lalu

akhirnya usahakan saja agar sholat “tepat pada waktunya”

Dahulu jilbab ini menutup lebar seluruh tubuh

perlahan naik hingga ke siku..

lalu tak apalah cuman sampai bahu, yang penting tetap dengan kata-kata

pamungkas “yang penting masih syar’i”

perlahan kenapa tak sekalian saja dibuat melilit agar lebih menarik?

Dahulu rok menjadi pakaian wajib

singkuh rasanya jika sempit membekap tubuh

perlahan berubah model agar lebih gaya

kenapa tak sekalian menggunakan celana panjang agar lebih bebas

kemana-mana??

Dahulu murottal mengalun menemani setiap saat sembari berusaha menjagahafalan

ditemani penyemangat berupa nasyid-nasyid bersyair haraki

lalu semakin banyak nasyid bersyair mendayu

akhirnya lagu-lagu populer terbaru menjadi playlist nomor satu

Dahulu enggan menghabiskan waktu sia-sia

lalu mulai tergoda untuk cinta bola

buat akhwatnya makin doyan saja sama dorama

dahulu mubah dihidari sekarang mubah senantiasa

Dahulu paling anti komunikasi tidak penting antar jender

lalu mulai memberi ruang dengan alasan tukar informasi

bergulir menjadi hubungan antara dua hati

pada akhirnya saling berkomitmen hanya dengan modal janji

keimanan ini sangat mudah untuk bisa menjadi tipis,

dengan diri yang selalu mendapati hal baru setiap harinya

mendapatkan informasi ini itu

berita disana sini

membuat jurang toleransi pada diri kadang semakin lebar

“Tak ada salahnya aku begini, kan mereka juga seperti itu”

Amalan-amalan itu semakin terkikis dengan rendah komitmen untuk tegas

pada diri sendiri

tak apa melakukan yang mubah tetapi jangan kalah dengan yang mubah..

Teringat kisah para salafus salih, bahkan hanya ‘berani’ bermain aman’

di ranah halal dan sunah.. tak ‘berani’ menjejaki yang mubah

karena khawatir terbiasa dengan yang mubah dan bisa terseret ke satu

tingkat di bawahnya.

Sumber

http://evans86.abatasa.com/post/detail/13265/yang-hilang%E2%80%A6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s