Distracted


Bukan mau labil atau galau, hanya saja akhir-akhir ini memang merasa berbeda. Tau-tau lelah, bosan, nggak bersemangat, bingung. Tiba-tiba sensasi-sensasi masa lalu hadir menyeruak ke atas panggung ketika sedang beraktivitas yang bahkan tidak ada hubungannya dengan sensasi itu. Perlahan semilir asa meniup-niup kebas yang selama ini menyelimuti. Membuatku rindu akan beberapa saat-saat masa lalu yang indah, sakit, maupun takut.

Entah, apakah dengan menuliskannya akan membuat asa itu lebih jelas. Yang jelas, jantung ini masih berdetak, alat pengukur waktu terus berputar meskipun waktu akan tetap menjadi relatif bagi setiap insan.

Timbul-tenggelam-timbul. Kira-kira seperti itu meskipun rumit untuk menggambar asa pada rangkaian kata.

Jika begini aku akan beristighfar banyak-banyak dan melakukan amal-amal yang kupikir dapat meredam asa ini. Ya, karena aku tak ingin menjadi orang merugi dan tertebas oleh waktu yang terus bergulir laksana pedang.

Belakangan juga, aku memang banyak mengingat kematian karena di sekitar pun banyak mendapat kabar mengenai orang yang sudah “menemui gilirannya”. Lantas aku? Ah, waLlahua’lam, mungkin besok? Lusa? pekan depan? Yang jelas ini tak membuatku jadi orang yang pesimis karena keimanan pada diri seorang muslim pada hakikatnya akan menjadikannya berani, optimis, dan tenang, ya, dengan mengingat Allah hati ini kan menjadi tenang…

Lalu kurenungi kembali niat, apakah sudah selalu karenaNya?

Kurenungi kembali ilmu, apakah kian mendekatkanku padaNya?

Kurenungi kembali amal, apakah hanya untuk ridhoNya?

Apakah dalam setiap pergantian waktu aku telah beriman, beramal shalih, saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran dengan saudara-saudaraku?

Apakah aku sudah ikhlash?

Ikhlash…

Ah.. beratnya… sederhananya begini, jika tidak jadi melakukan amal baik karena manusia itu riya’ tetapi melakukan amal baik karena manusia itu syirik. Maka, aku berlindung dari godaan syaitan yang terkutuk, dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tolong hamba untuk ikhlash Ya Rabb karena hamba pun tak tahu bilamana hamba ikhlash, hamba hanya berusaha menggapai ridhoMu…

“Ya Rabb, sesungguhnya aku akan mempertanggung jawabkan semua ini di hadapMu kelak. Maka sanggupkanlah dan ikhlashkanlah hamba dalam menjalaninya…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s