Fathan Mubiinaa


Menurut hemat ana, aktivitas membina itu sendiri merupakan proses tarbiyah yang kudu harus kita jalani sebagai orang yang bertarbiyah. mengapa? mungkin selama ini kita sering mendengar kalimat “karena kita lahir dari rahim tarbiyah maka kita harus membalas budi dengan mewariskannya” pun Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisaa: 9,
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Perasaan ingin membalas budi dan takut kepada Allah ini lah yang menjadi alasan kita kembali berjibaku di ranah pembinaan. Apakah perasaan ini salah? Tentu tidak! ana yakin saudara/i di sini faham tentang ganjaran dari Allah bagi mukmin dan mukminah yang senantiasa beramal shalih dan berjihad dengan ikhlash.

Hanya ana ingin sedikit mengingatkan berdasarkan Hadits Shahih Nabi riwayat Imam Ahmad:
“Periode an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’aala, setelah itu akan terulang kembali periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam,”
(HR Ahmad 17680).

Ingat kah? bahwa kejayaan Islam niscaya kan kembali kelak. jadi pertanyaannya sekarang, “Mau ambil peran apa ana sekarang dalam mempersiapkannya?” jika sekarang ana belum bisa menjadi tokoh di masyarakat, ahli di bidang inti, donatur abadi dalam pergerakan Islam, atau pemimpin bagi ummat, maka apa yang ana bisa berikan selain sedikit ilmu dan pengalaman yang telah ana dapat dari tarbiyah?

Selanjutnya, ketika kita sudah membina, kita semakin paham bahwa Islam mengatur secara menyeluruh dan integral dari sendi-sendi terkecil hajat individu hingga membentuk sebuah peradaban yang mulia yang mengikrarkan hanya Allah sebagai sesembahan.

Lantas, jika Islam sudah mengatur seperti itu, walaupun kita belum paham benar, apakah kita berani lancang untuk memisah-misahkan satu aspek kehidupan dari fitrah diinnya?
Katakanlah bahwa politik itu rusak, maka kita betulkan dengan aqidah yang lurus
Katakanlah bahwa politik itu kotor, maka kita bersihkan dengan syariat yang benar
Katakanlah bahwa politik itu busuk, maka kita wangikan dengan akhlak yang mulia

Namun, bagaimana jika tidak sampai juga pemahaman kita akannya? Berarti memang tingkatan tarbiyah kita baru sampai sana ukh, akh. Lantas apakah proses tarbiyah kita akan berhenti? Insya Allah tidak! Kita luruskan kembali niat kita, pupuk kembali ilmu kita dan perluas lagi amalan kita. Ana yakin ada balasan terbaik dari Allah ‘Azza wa Jalla bagi hambaNya yang senantiasa berkomitmen dalam cinta dan ketaatan kepadaNya karena taat di saat damai itu biasa, namun taat di saat badai itu lah sang juara.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allah’ lalu mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut atas mereka dan tidaklah mereka merasa sedih. Mereka itulah para penguhi surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-Ahqaf: 13-14)

“Dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap istiqamah di atas jalan Allah itu (agama Islam), benar-benar kami  akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). Untuk kami beri cobaan kepada mereka padanya, dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkanNya kedalam azab yang berat.” (QS. Al-Jinn:16-17).

Kejayaan itu niscaya saudaraku, maka sembari kita menunggu giliran kita dipanggil olehNya, mari kita pererat barisan kita, senantiasa berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran karena sungguh, ini tak lain akan kita pertanggung jawabkan di hadapNya kelak

Mari kita persiapkan yang terbaik tuk menyongsong kemenangan yang nyata
FATHAN MUBIINAA….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s