sedikit aku


inilah aku

yang suka mendengar-lihat

kemudian merasakan dalam…

tapi begitu sulit mengejawantahkan,

aku tertawa, aku melucu

hingga aku lebih suka tersenyum daripada tertawa

aku mengeluh, aku merengek

lebih suka diam daripada menangis

tapi terkadang aku ingin lepas

mungkin ini jawab mengapa aku suka menatap langit

bagiku, hidup yang tidak biasa ini berjalan dengan realistis, bersama orang-orang yang juga realistis

membangun mimpi pun realistis, sistematis

bukan, bukannya aku tak suka keteraturan, tetapi alangkah menyenangkan kalau sesekali kita bisa lepas, apa adanya dengan mimpi-mimpi kita (kita, kalian juga)

tentu, tentu aku paham arti idealisme, tanggung jawab dan prinsip

tapi terkadang ku merindu tawa kanak-kanak dalam hatiku

lepas, ikhlas…

bukan tawa ejekan, bukan candaan populis, bukan umbaran keluhan dan air mata buaya, apalagi amarah

aku ingin tersenyum dan bukan karena “harus” tersenyum

maka di sinilah aku hendak belajar

dari pakar keceriaan, ke-apa adanya-an

anak- anak =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s