iseng saja


diamat-amati, manusia itu semakin unik, menarik untuk disimak.

ada yang menambah semangat, membuat berpikir dan merenung, mendatangkan hikmah, membuat tertawa, bikin terheran-heran, elus-elus dada, ada-ada aja

setiap manusia punya cerita, yang terkait satu sama lain yang kubayangkan seperti jaring laba-laba raksasa yang saling mengait menjadi kesatuan bentuk, itu lho, ingat The Five People You Meet In Heaven atau Rembulan Tenggelam Di Wajahmu tak?

yang lucu itu jika secara tidak sengaja suatu hari menemukan mosaik seseorang, sebutlah A dan di kesempatan berbeda bertemu mosaik seorang lagi, katakanlah B, yang itu masih terkait dengan A tapi keduanya tidak saling mengetahui, lalu kita yang bahkan tidak terkait dengan mereka malah mengetahuinya. cukup tahu saja tanpa perlu menyelidiki lebih lanjut apa lagi ikut campur. jadi ingat dan tak habis pikir (untuk apa dipikir coba?) dengan orang-orang yang hobinya mencari tahu karena merasa paling perlu mengetahui urusan orang lain lalu ikut campur tanpa diminta dan hasilnya malah menambah masalah orang tersebut. cukup tahu saja sama orang seperti ini. stay away please…🙂

atau pernah tidak memandang hidup yang sedang kau jalani ini bukan dari sudut pandang aku sebagai tokoh utama melainkan sebagai orang di luar cerita yang sedang menonton sebuah drama

kemudian terbersit di kepalaku sebuah topik tentang kematian, yang mana endingnya tergantung bagaimana kehidupan kita selama ini, yang jika berakhir maka seolah kita seperti dibangunkan dari sebuah mimpi bernama “dunia fana” yang ternyata hanya fase kecil dari perjalanan kehambaan kita, kemudian setelah kita mendapatkan ganjaran dari segala yang kita perbuat di dunia, tinggal terserah Ia mau menjadikan kita apa atau bahkan tak ada. aku membayangkan bahwa tak ada itu seperti tidur lelap tanpa mimpi (aku jarang sekali) di mana kita benar-benar tidak merasakan apa-apa sampai Ia membangunkan kita kembali di tempat yang dalam waktu beberapa detik nampak asing dan ternyata itu adalah kamar kita. lalu nanti? aku belum benar-benar berani membayangkan situasi di mana kita akan dibangkitkan lagi setelah kematian

hingga aku sampai pada asa bernama “syukur” bahwa pengelanaan akalku di rimba pemikiran mampu kutuntun dengan keyakinanku akan Diin bernama Islam

jadi ingat dulu aku pernah bermimpi dan punya impian untuk menjadi sailor moon, meskipun dalam mimpiku itu entah  kenapa aku menjadi sailor venus dan sangat nggak nyaman dengan rok super mininya ^^

yasu lah, sekedar memanjakan akal sebelum kembali ke peraduan

namanya juga iseng saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s