Harga Sebuah Kontribusi


Teringat sebuah inspirasi yang dinukil dari bab Memintal Seutas Benang dalam buku berjudul Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim karya Salim A. Fillah tentang sebuah “kontribusi”.

Kontribusi. Dinamis, produktif, perbaikan, bangsa, ummat, peradaban

Kontribusi. Tenaga, materi, waktu, pikiran, perasaan

Kontribusi. Kesadaran, kepedulian, ketulusan, senyuman, tepukan di pundak, pelukan hangat, bara semangat

Kontribusi. Ada ketika menengok ke atas, ternyata ada sarang laba-laba yang perlu dibersihkan pun langit cerah membentang, bujuk kita tuk dilukiskan dalam syukur; ke bawah, ada paku berkarat yang khawatir jika terinjak orang atau sampah kecil yang luput dari pandangan; tengkok ke kiri, ada saudara yang belum kita berikan senyuman dan tanyakan kabar; tengok ke kanan, ibu – ayah menua dalam upaya dan doa terbaik bagi kita; tatap ke depan, anak-anak memancarkan sejuta impian, di sekolah, di jalan-jalan, di pasar, di stasiun, terminal, di ranjang-ranjang Rumah Sakit, di panti-panti; tengok ke belakang, ada seorang pemulung kokoh bertelanjang kaki, memanggul karung besar dengan senyum merekah, seorang bapak tua memikul pepaya dan pisang hasil kebunnya di terik siang tanpa keluh kesah di matanya. Tengok ke dalam, ikuti jiwa berani merdeka yang selalu rindu akan Rabbnya, dengarkan nurani berbisik lantang tentang kebenaran.

Hargailah sebuah kontribusi sesederhana apa pun bentuknya karena apresiasi adalah kontribusi termurni yang kita miliki…

Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.

-HR Bukhari-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s