Sekolah Tepat Untuk Buah Hati


TK B Cat SAI Meruyung :  “Berkebun Yuuk!”

Tergelitik saat ada diskusi tentang sekolah yang bagus bagi anak usia 3-6 tahun di grup Facebook UmmI’s Corner. Berhubung jawabanku panjang jadi sekalian diposting aja (2-3 pulau terlampaui ^^)

Aku mau sedikit share ilmu dan pengalaman ya…
Bebelumnya,Pada anak usia prasekolah (3-6tahun) ada 4 kapasitas yang bisa kita jadikan indikator perkembangan anak yakni akhlak, fisik, bahasa, logika berpikir. yang 3 terakhir bisa jadi relatif sesuai karunia yang Alloh berikan tapi yang pertama dan utama yakni akhlak sebisa mungkin konsisten dan tegas.

menurutku sekolah yang tepat untuk anak usia 3-6tahun itu
1. Mengenalkan konsep keimanan, keislaman dan membiasakan akhlak Islami. dalam teori tabula rasa dan sebagaimana fitrah anak yang seperti kertas putih, tentu kita ingin memberikan celupan yang terbaik kan bunda? Nah, akhlak Islami ini bukan hanya tuntutan bagi anak tapi juga sudah menjadi bagian dari kehidupannya alias butuh keteladanan yang konsisten dari keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitarnya seperti cinta dengan Al-Qur’an, adab makan, berbagi, cinta lingkungan, berkata yang baik, menghargai orang lain dsb. pun tidak perlu terlalu khawatir jika di sekolah terjadi konflik (selama sekolah peduli dan mencari solusi) karena hal ini justru mengajarkan anak tentang realitas kehidupan dan insya Alloh menjadikan anak imun, bukan steril.

2. Memfasilitasi anak untuk banyak mengeksplor, baik dirinya sendiri
maupun lingkungannya dengan menstimulus panca inderanya, dengan begini kita jadi cepat tahu tipe belajar anak : audio, visual, kinestetik juga minat dan bakat anak jadi tidak hanya fokus pada aspek kognitif saja. di samping itu juga mengajarkan anak cara mengenal dan mengungkapkan perasaan & emosinya sendiri (emosi dasar: senang, sedih, takut, marah) sehingga anak mempunyai kesadaran diri dan lingkungan. jadi tak perlu khawatir jika anak berkotor-kotor ria atau terkesan bermain melulu selama ada hikmah yang bisa anak petik dari berbagai aktivitasnya.

3. Menumbuhkan “kebutuhan belajar” pada anak. belajar kan nggak hanya diukur dengan calistung saja tho? jika anak distimulus untuk berpikir (dengan pertanyaan2) insya Alloh ia akan menjadi manusia yang haus ilmu dan selalu ingin belajar, pun dengan bermain banyak yang bisa anak pelajari misalnya dengan permainan tradisional, anak belajar bersosialisasi, bekerja sama, mengelola emosi (menang/kalah), kejujuran dsb. guru berperan sebagai fasilitator yang menanamkan nilai2 pada setiap aktivitas anak, bukan sekedar mengejar target kognitif untuk jenjang pendidikan berikutnya atau terburu-buru menjejalinya dengan segudang ilmu. percayalah bunda, jika anak tidak mendapat haknya untuk bermain sekarang maka saat dewasa dan harus bertanggung jawab, ia tidak akan siap dan malah menuntut haknya. intinya sekolah ini kaya akan metode pembelajaran dan punya paradigma baik dalam pendidikan.

4. Mengajarkan life skill dan menumbuhkan kemandirian. dalam rentang usia ini, 4 kebutuhan anak yang sebaiknya sudah tuntas adalah eating (mampu makan sendiri, menghabiskan makanan dalam periode tertentu dan fokus serta memperhatikan adab makan), sleeping (tidur cukup http://www.idai.or.id/kesehatananak/artikel.asp?q=2009417114815), toileting (mengenali tanda2 ingin buang air dan menyampaikannya, bersih diri hingga bersih lingkungan), dressing (dari rambut sampai kaki dapat dilakukan sendiri). pun tentang life skill yang sesuai dengan tahap perkembangan anak misalnya membersihkan sisa makanan dan mencuci piring setelah makan. ini mengajarkan anak tanggung jawab, kemandirian, kepercayaan diri, kebersihan, menghargai upaya orang lain pun menghargai makanan. tentunya semua itu dilakukan secara bertahap dan membutuhkan proses sehingga yang perlu kita lakukan adalah pembiasaan dan keteladanan pun perhatikan juga unsur fun-nya sehingga anak senang melakukannya dan lambat laun akan menjadi kebiasaan baik.

5. Mempunyai mekanisme komunikasi yang harmonis dengan ortu. anak kita bukan mobil yang dimasukkan ke bengkel dan bisa kita tinggal sambil makan bakso lalu keluar bengkel sudah terima jadi. sekolah yang peduli dengan kebutuhan anak didiknya tentu akan banyak melibatkan peran ortu dan sering melakukan komunikasi 2 arah untuk menyerasikan apa yang didapat dari rumah dan sekolah, bahkan kalau perlu melibatkan ortu dalam proses KBM.

Kalau sudah begini, tidak perlu kaget kalau prestasi akademis dan non akademis anak melonjak di masa sekolahnya plus berakhlak mulia, karena hak-haknya telah tertunaikan dengan baik dan ia sudah siap untuk menyerap ilmu Alloh yang terbentang di alam semesta ini. percayalah bunda, anak-anak itu lebih cerdas dan lebih peka dari yang kita duga…

3 thoughts on “Sekolah Tepat Untuk Buah Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s