My Own Quotes


“Esensi mencinta adalah ketika yang kaucinta merasa dicintai”
(Putri, 2013)
“Kebenaran tak membutuhkan pembenaran karena ia berdiri kokoh, benderang bagi siapa pun yang mau memberdayakan akal dan merendahkan hatinya.”
(Putri, 2012)

Wanita, ketika tidak bekerja di ranah publik, bukanlah karena ketidakmampuannya maupun keterkungkungan, melainkan karena ia sadar bahwa perannya lebih dari sekedar penghasil materi atau pengejar aktualisasi. Ialah yang melahirkan kemanusiaan dan membesarkan generasi pembangun peradaban.

Bersyukurlah wahai wanita, yang mengikhlaskan dirimu menjadi pintu surga…

(Putri, 2012)

“Katakanlah bahwa politik itu rusak, maka kita betulkan dengan aqidah yang lurus
Katakanlah bahwa politik itu kotor, maka kita bersihkan dengan syariat yang benar
Katakanlah bahwa politik itu busuk, maka kita wangikan dengan akhlak yang mulia”

(Putri, 2011)

“Memang, idealisme nggak bisa dimakan, tapi dengannya orang jadi melek kalau hidup bukan cuma buat makan.”
(Putri, 2011)
“Suatu saat dalam kehidupan, kita akan bertemu dengan persimpangan yang bahkan akan mengubah 180 derajat jalan hidup kita tetapi itu bukanlah harga mati. selama nafas masih berembus, pilihan untuk kembali kepadaNya akan selalu terbuka karena sungguh, Ia lebih dekat dari urat nadi kita sendiri. Pasalnya, tak seorang pun tahu kapan ajal menjemput.”
(Putri, 2011)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s