Epilog Ramadhan


Kalau ukuran kita akan kebenaran pandangan orang lain itu tergantung pada seberapa baik ia kepada kita. Ingatlah, manusia itu makhluk yang subyektif karena perbedaan pola asuh, kondisi sosial, ekonomi, pendidikannya meskipun fitrahnya tetap satu. Makanya kita butuh Tuhan dan teladan yang dapat dipercaya untuk menjalani hidup.

Jadi, tolong dengarkanlah jika ada seorang yang hendak memberi kita nasihat, Janganlah sobat, kita berdalih bahwa ia menggunakan cara yang tidak baik, hanya karena gengsi melihat usia dan status sosialnya. Karena tidak mau menerima kebenaran dan meremehkan orang lain itu tanda kesombongan. Pun, bukankah Ia mengatakan bahwa untuk menyeru manusia kepada jalan Tuhanmu, lakukanlah dengn hikmah, yakni perkataan yang tegas dan benar sehingga jelas mana hitam dan putih. Dan bukankah pula, makhluk-makhluk yang Ia muliakan karena ketinggian ilmunya dan kerendahan hatinya memberikan contoh bahwa persaudaraan sejati karenaNya tak akan membiarkan yang dikasihi berselubung kealfaan akan kekurangan dirinya sendiri, hanya karena kita tidak mau menyakiti perasaannya atau sebenarnya perasaan kita sendirilah yang lebih kita pedulikan?

Lagipula, (maaf jika kau bosan tapi begitulah adanya) tiada manusia yang sempurna kan? Yang ada ialah ketulusan niat dan semangat untuk terus belajar menjadi lebih baik. Maka jadilah diri yang positif dan tebarkanlah energi positif itu kepada sekitar, mudah-mudahan menjadikan kita lebih berdamai dengan hidup.

Tentang Ramadhan, biarlah menjadi urusan antara hati ini dengan Pemiliknya. Hanya saja, diri yang kadang alfa ini hendak meminta maaf kepada siapa pun yang pernah terluka. Semoga Sang Pembolak-balik hati menggerakkan raga dan mengikhlaskan kita untuk benar-benar saling memaafkan hingga tak ada lagi yang saling menuntut saudaranya di hari akhir kelak. Semoga kita menjadi insan yang menang.
Terima kasih telah menjadi bagian dari mozaik hidupku yang membuatku terus belajar… =)

dandelion_field_sunset

sumber gambar: http://wallpaperan.com/dandelion-field-sunset.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s