Aku Ingin


Ceritanya, pada hari itu, kelas SD 1 River membuat Pohon Harapan yang akan digantungkan keinginan anak-anak yang bisa dicapai di akhir kelas 1 ini. Mereka menuliskannya di sepotong kertas yang akan digantung pada ranting Pohon Harapan agar dapat melihatnya setiap hari dan turut menyemangati mimpi kawan-kawannya.

Masya Allah, keinginan mereka sungguh luar biasa! Ada yang ingin dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, ingin pintar belajar Qur’an, ingin selesai menghafal juz 30 (sekarang alhamdulillaah sudah sampai Al-Insyiqaq), ingin mengenal Nabi Muhammad lebih dekat karena kerinduannya yang begitu besar akan sosok manusia mulia ini hingga pernah suatu hari ia menitikkan air mata karenanya. Bahkan ia menceritakan dengan begitu semangat tentang mimpinya bertemu baginda nabi shalallaho ‘alayhi wasalam =’).

Impian lainnya yang tak kalah semangatnya ialah menjadi tentara Islam yang hafal Qur’an juga. Ia ingin belajar menembak dan memanah. Ada lagi yang ingin jago Bahasa Arab, jago berenang, jago karate, jago main bola. Ada pula yang ingin agar kelas kami menjadi kompak juga ada yang ingin kelasnya bagus dan rapi (idealis sekali! ^^). Ada keinginan yang paling unik di antara semua. Ia ingin bisa membuat sepatu sendiri! “Aku harus membuat polanya dulu” ujarnya. Out of the box dan kreatif! ;9

Ternyata, menuliskan mimpi tidak begitu mudah untuk beberapa anak. Ketika teman-temannya sudah beranjak ke aktivitas berikutnya, mereka masih belum menuliskan apa-apa. Aku coba menggali apa yang mereka inginkan. Apa yang ingin mereka bisa lakukan atau keinginan mereka untuk kelas ini atau harapan mereka untuk orang tua mereka, guru, atau pun teman-teman mereka. Mereka tetap tak bergeming.

Aku berpikir, kira-kira bagaimana ya agar mereka terinspirasi untuk menuliskan mimpi-mimpinya. Aku mulai bercerita kepada seluruh kelas.

“Teman-teman, ada yang tahu kalau bayi itu belajar apa saja ya?” aku memulai.

“Belajar ngomong!”

“Belajar berdiri!”

“Belajar jalan!”

“Belajar pegang benda!”

“Iya benar! Kalian dulu juga begitu tidak?”

“Iya Bu! tapi saya nggak ingat!” anak-anak tertawa.

“Hehe, tapi ibu tahu lho ceritanya sewaktu kalian masih bayi. Coba, kalau kalian yang punya adik atau pernah memperhatikan bayi. Bayi kalau belajar berdiri kira-kira sekali langsung bisa berdiri apa jatuh-jatuh dulu?”

“Jatuh dulu!” mereka serempak.

“Kalau jatuh mereka nangis terus nggak mau berdiri lagi apa tetap belajar berdiri lagi ya?”

”Nangis tapi belajar berdiri lagi!”

”Kalau belajar jalan, kira-kira langsung bisa berjalan seperti kalian apa begini dulu ya?” aku memperagakan cara bayi berjalan, anak-anak tertawa.

”Kalau belajar bicara mereka langsung bisa bicara atau ngomong ’ma.. ma..’ dulu ya?” mereka tertawa lagi.

”Aku waktu umur 3 bulan sudah bisa bicara ’Ummi aku mau susu!’” ujar seorang anak.

”Oh ya? Hebat! Subhanallaah… Nah… kalian sewaktu bayi hebat nggak tuh?”

”Hebaaat!” sahut mereka.

”Kira-kira kalian akan bisa berjalan, bicara dan berlari nggak kalau kalian tidak punya keinginan dalam diri kalian ’aku ingin berlari’ begitu di dalam hati kalian?”

”Nggaaak…”

”Kalau mau makan, bisa nggak tiba-tiba makanannya datang sendiri?”

 

“Nggaaak”
“Berarti setiap manusia punya keinginan untuk belajar kan?”
“Punya Bu!”
“Punya mimpi untuk diwujudkan?”
“Punya!”
“Kalau begitu ayo kalian tuliskan pada kertas, mimpi-mimpi kalian itu untuk digantungkan pada Pohon Harapan. Yang sudah menulis dan ingin menambahkan lagi dipersilahkan.”
Alhamdulillah, beberapa anak yang tadi belum menuliskan mimpinya, dengan semangat segera menulis. Tangan-tangan kecil itu menyerahkan kertas-kertas bertuliskan mimpi-mimpi mereka yang siap digantung. Aku tersenyum dan berterima kasih kepada mereka. Anak-anak hebat yang masih diselimuti fitrah.
Semoga Allah memeluk mimpi-mimpi kalian dan menguatkan akar keimanan kalian tuk mewujudkannya anak-anak sungaiku. Sungai yang senantiasa mengalirkan semangat hidup dan memberi manfaat bagi sekitarnya, SD 1 River. (-^___^-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s