Let’s Play A Play Dough! ^^


Pasti nggak asing lagi kan dengan mainan yang satu ini?

Iya, itu lho yang mirip lilin mainan atau ‘malam’ yang bisa dibeli di mana-mana dengan berbagai range harga dan kualitas. (Kalau zaman ortuku dulu, sekitar tahun 60an masih lebih mudah menemukan tanah liat (lempung) yang tentu lebih alami.) Sifat play dough yang lembut, lentur dan kalis membuatnya menyenangkan untuk dipegang dan dibentuk.

Faktanya, Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI), 2007, menelusuri bahwa mainan murah yang dipasok dari Cina mengandung kira-kira 80% timbal dan racun. Sungguh angka yang sangat tragis mengingat sebagian besar masyarakat kita sangat tergantung pada produk-produk cina. Kebanyakan mainan dengan harga murah dibuat dari bahan yang telah didaur ulang beberapa kali. Dalam ilmu kimia, timbal (Pb) seringkali dicampurkan pada zat yang berwarna. Fungsinya untuk mengikatkan molekul zat warna pada bahan yang akan dilapisi.

Produk mainan dari cina tidak mempertimbangkan kualitas, hanya mempertimbangkan bentuk yang lucu atau warna yang meriah. Mainan dengan kualitas rendah terbuat dari bahan yang mudah terurai jika terkena panas. Penguraian tersebut menghamburkan timbal ke udara. Akibatnya jika dimainkan dalam jangka waktu lama, timbal akan terhirup dalam pernafasan. Efek ini akan timbul setelah timbal mengendap dalam tubuh yaitu saat anak-anak sudah memasuki usia sekolah. Gangguan yang timbul adalah kelainan otak dan darah, penyakit yang diderita berupa autis, sakit pernafasan, asma, dan lemah konsentrasi.

Lantas apakah kita akan melarang anak kita bermain? Kita tidak ingin menghambat kreatifitasnya bukan? Nah, sebagai alternatif aku mau berbagi sedikit cara membuat play dough yang lebih aman, murah dan mudah untuk dibuat di rumah. Tapi sebelumnya, aku mau membagi info tentang play dough itu sendiri… let’s check it out! 😉

Asal-usul Play Dough

Play dough (pley doh) adalah senyawa pemodelan yang digunakan oleh anak-anak untuk proyek-proyek seni dan kerajinan di rumah dan di sekolah. Playdough terbuat dari tepung, air, garam, asam borat, dan minyak mineral, produk pertama kali diproduksi di Cincinnati, Ohio, AS, sebagai pembersih wallpaper pada 1930-an. (Baca lebih lanjut di sini)

Manfaat Play Dough

Pada dasarnya bermain play dough mempunyai manfaat sebagai berikut:

  • Membantu memperkuat jari, tangan dan pergelangan
  • Meningkatkan kemampuan motorik
  • Meningkatkan kreativitas dan imajinasi
  • Membantu anak membentuk harga diri, tidak ada istilah salah atau benar dalam menciptakan berbagai  bentuk dengan play dough.

Bagi balita, play dough memiliki banyak manfaat seperti,

Kemampuan Sensorik
Salah satu cara bayi untuk mengenal sesuatu yaitu melalui sentuhan. Dengan bermain play dough mereka belajar tentang tekstur, serta bagaimana menciptakan sesuatu.

Kemampuan Berfikir

Bermain play dough bisa mengasah kemampuan berfikir anak. Latihlah dia dengan memeberikan contoh bagaimana bermain dan menciptakan sesuatu dengan play dough.

Self Esteem

Permainan play dough adalah permainan yang tanpa aturan sehingga berguna untuk mengembangkan kemampuan imajinasi dan kreatifitas anak. Dengan bermain play dough dapat meningkatkan rasa ingin tahu si kecil, sekaligus mengajarkannya tentang problem solving yang berguna untuk meningkatkan self esteemnya.

Kemampuan Berbahasa
Meremas, berguling, membuat bola, dan berputar adalah beberapa kata yang akan sering didengar anak anda saat bermain play dough. Gunakan kata-kata untuk mendeskripsikan kegiatan anda bermain play dough. Atau jika perlu berilah nama untuk setiap bentuk yang anda buat dari play dough.

Kemampuan Sosial

selain bermain dengan anda, berilah kesempatan pada sikecil untuk bermain play dough dengan teman-temannya. Dengan bermain bersama, si kecil punya kesempatan untuk menjalin interaksi yang akrab dengan teman-temannya. Seorang anak pada dasarnya berfikiran self center, namun dengan melakukan aktifitas bermain bersama tersebut, maka anak-anak akan belajar bahwa bermain bersama juga sangat menyenangkan.

Anda juga dapat mengajak anak anda belajar tentang warna. Beberapa warna dapat dicampur menjadi warna baru, misalnya biru dan merah dicampur akan menjadi ungu, biru dan kuning menghasilkan warna hijau dan merah dicampur kuning menjadi jingga (orange).

Luar biasa bukan? Nah, ini nih yang ditunggu-tunggu, resep membuat play dough!

Bahan-bahan yang diperlukan :

  • 2 cup tepung terigu
  • 1 cup garam halus
  • 2 sdm minyak sayur (boleh minyak lain, baby oil, glycerine)
  • 1 cup air
  • 2 sdt krim tar-tar
  • Pewarna makanan/kue
  • Aroma makanan bubuk atau pasta (jeruk, vanilla, strawberry, kayu manis dll.)

Catatan : Banyaknya terigu dan garam bisa disesuaikan dengan kebutuhan asalkan perbandingan terigu dibanding garamnya 2:1. Penggunaan aroma makanan bersifat opsional karena walaupun terbuat dari bahan yang aman, tetap perlu dijaga agar tidak dimakan oleh anak.


Cara membuat

  1. Campur semua bahan (kecuali pewarna) dalam panci diremas-remas/uleni menjadi adonan elastis, seperti membuat kue.
  2. Panaskan dalam panci sampai menjadi gumpalan yang lembut dan licin, agar mudah dibentuk. (tahapan ini bisa dilewatkan)
  3. Adonan dibagi untuk diberi warna, campur pewarna dengan sedikit air, adonan diremas-remas lagi sampai warnanya merata.
  4. Untuk membuat adonan dough yang lebih keras, tambahkan 1 cup tepung terigu lagi.
  5. Tambahkan krim tar-tar, agar lebih awet dan elastis, jadilah dough bikinan kita sendiri.

Cara Menyimpan

Simpan play dough dalam wadah yang tertutup rapat atau kantong plastik, plastic wrap / cling film dan diikat kemudian masukkan dalam kulkas sehingga tidak cepat mengeras. Bila Play-Doh terasa lengket setelah di simpan di kulkas, tambahkan sedikit tepung terigu dan uleni kembali. Ini bisa diulang-ulang hingga play dough menjadi kaku dan tidak bisa dimainkan lagi. Jika demikian, maka sudah waktunya untuk membuat yang baru! ^^

Cara Bermain

Nah, sekarang kita bisa bermain dengan dough kreasi sendiri. Bisa dibentuk apa saja, ditekan-tekan, dirol, dipotong, dicetak dengan cetakan mainan dough atau cetakan kue atau

Hasilnya?

Ini kali pertamaku membuat play dough sewaktu magang di TK A Potato Sekolah Alam Indonesia tahun 2012. Anak-anak begitu antusias memainkannya meskipun ada juga anak yang tidak suka dengan teksturnya yang menempel pada tangan ^^

Naga Isa

Seru khaaan…? Ayo buruan matiin laptopnya trus berkreasi dengan sang buah hati. Semangka mencoba! Oh ya, sebelum mulai bermain, dimulai dengan berdoa dulu ya supaya berkah… ^____^

Sumber

Wikipedia

http://mediadidik.blogspot.com/2011/09/bermain-dengan-play-doh-fun-dan.html

http://www.kafebalita.com/content/articles/read/2009/04/manfaat-bermain-play-dough/1164

http://yellashakti.wordpress.com/2008/04/08/mainan-aman-untuk-anak/

Dokumentasi pribadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s