Selamat datang


Selamat datang di dunia nyata, di mana sakit itu terasa sakit tanpa ada yang bisa menggantikannya. Bahkan, tak jarang kau harus mengesampingkan perasaan pribadimu untuk sesuatu yang lebih besar hingga menanggung tulah dari kerusakan yang diperbuat orang lain. Ditambah, Ia memberi amanah, peran, di mana kitalah yang harus memperbaiki dampak dari kerusakan itu. Ialah kenyataan bagi siapa yang mau berjuang untuk idealisme yang dicitakan. Untuk mimpi, cinta karenaNya…

Terkadang kita merasa ujian yang menghampiri begitu berat sampai pada titik kita merasa tak sanggup lagi karena perihnya begitu terasa, pun kondisinya membuat kita harus tetap “saya baik-baik saja, hidup ini indah apa pun yang terjadi”. Saat itu barulah kesadaran datang bahwa Allah-lah satu-satunya tempat bergantung dan memohon pertolongan. Yang takkan pernah mengecewakan. Yang memberikan semua kegetiran itu agar kita tetap tunduk merendah, menengadah kepadaNya. Menjauhi keangkuhan dan kawan-kawannya. Karena apalah kita jika Allah tak berkenan lagi menutup aib kita…

Apa pun yang terjadi. Betapa pun membuat muak, jijik, kecewa. Janganlah pernah lepas dari rahmat Allah. Bertahanlah dalam kendaraan besar ini. Sebobrok apa pun di dalamnya. Karena kesendirian akan menyeretmu dalam kebebasan yang semu. Karena kalau mereka yang tulus pergi dan meninggalkan mereka yang haus kepentingan, senangkah kau menunggu saat kehancurannya? Dan kabar buruknya, kau akan berjumpa lagi dengan ujian yang persis, situasi yang mirip. Tak ada tempat tuk menghindar. Hadapi atau lari. Lantas jika ujian itu berlaku di mana pun, kau hendak meninggalkan dunia karena kecewa? Selamat, kau baru saja mendaftar ke tempat berakhir paling buruk dan akan dicemooh, tertawakan oleh musuh besarmu, setan keparat.

Maka takkan pernah bersanding serasi yang namanya kebenaran dengan keburukan. Amatlah berbeda pembenaran dari kebenaran. Kita hanyalah pemain dalam maha karya hidup. Tugas kita hanya berperan sebaik-baiknya sebagaimana kehendakNya. Hidup mati ada di tanganNya. Bahkan hati, tak sepetak pun kita kuasai.

Wahai Yang Maha Penyayang, maafkan, ampunilah kami atas ketidak tahuan kami yang sering menyakiti diri kami sendiri, mengharap karena nafsu terhadap apa yang sebenarnya buruk bagi kami, lalai dari memohon kebaikan kepadaMu, kufur terhadap nikmatMu, mengulang kesalahan yang sama berulang kali, mengabaikan penjagaanMu pada aib kami. Tuntunlah kami kepada keberkahan dan ketenangan karenaMu. Ajarkan kami syukur dan sabar demi ridhoMu. Kuatkan kami mengikuti kebenaran dan menjauhi keburukan. Teguhkan kami di atas jalan juang hingga raih kemuliaan hidup atau mati. Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s