My Own Quotes

“Esensi mencinta adalah ketika yang kaucinta merasa dicintai”
(Putri, 2013)
“Kebenaran tak membutuhkan pembenaran karena ia berdiri kokoh, benderang bagi siapa pun yang mau memberdayakan akal dan merendahkan hatinya.”
(Putri, 2012)

Wanita, ketika tidak bekerja di ranah publik, bukanlah karena ketidakmampuannya maupun keterkungkungan, melainkan karena ia sadar bahwa perannya lebih dari sekedar penghasil materi atau pengejar aktualisasi. Ialah yang melahirkan kemanusiaan dan membesarkan generasi pembangun peradaban.

Bersyukurlah wahai wanita, yang mengikhlaskan dirimu menjadi pintu surga…

(Putri, 2012)

“Katakanlah bahwa politik itu rusak, maka kita betulkan dengan aqidah yang lurus
Katakanlah bahwa politik itu kotor, maka kita bersihkan dengan syariat yang benar
Katakanlah bahwa politik itu busuk, maka kita wangikan dengan akhlak yang mulia”

(Putri, 2011)

“Memang, idealisme nggak bisa dimakan, tapi dengannya orang jadi melek kalau hidup bukan cuma buat makan.”
(Putri, 2011)
“Suatu saat dalam kehidupan, kita akan bertemu dengan persimpangan yang bahkan akan mengubah 180 derajat jalan hidup kita tetapi itu bukanlah harga mati. selama nafas masih berembus, pilihan untuk kembali kepadaNya akan selalu terbuka karena sungguh, Ia lebih dekat dari urat nadi kita sendiri. Pasalnya, tak seorang pun tahu kapan ajal menjemput.”
(Putri, 2011)

Sahabat Sang Nurani

Suatu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat

Aku merasa tak layak akh, katanya

 

Aku tersenyum dan berkata

Jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan

Sungguh di dunia ini tak ada lagi

Orang yang layak memberi nasehat

 

Memang merupakan kesalahan

Jika kita terus saja saling menasehati

Tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah

Dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari

 

Tapi adalah kesalahan juga

Jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati

Hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

 

Dan adalah kesalahan terbesar

Jika kita enggan saling menasehati

Hanya agar kita sendiri tetap

Merasa nyaman berkawan kesalahan

 

Subhanallaah, di jalan cinta para pejuang

Nasehat adalah ketulusan

Kawan sejati bagi nurani

Menjaga cinta dalam ridhaNya

 

(Jalan Cinta Para Pejuang ~ Salim A. Fillah hal. 283-284)

Imam Hassan al-Banna

imam-syahid-hasan-al-bana

“I am a traveler seeking the truth, a human searching for the meaning of humanity and a citizen seeking dignity, freedom, stability and welfare under the shade of Islam. I am a free man who is aware of the purpose of his existence and who proclaims: “Truly, my prayer and my sacrifice, my living and my dying are all for Allah, the Lord of the worlds; no partner has He. This, am I commanded and I am of those who submit to His Will.” This is who I am. Who are you?”

(Hassan al-Banna)

Isyhadu, ana muslimin

 

termenungku

Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan dan cinta; rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang muslim. Dan saksikan, bahwa aku seorang muslim.

-Salim A. Fillah-

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna.

Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan.

Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.

Andrea Hirata_Edensor (diinterpretasikan dari pemikiran agung Harun Yahya)