sudah 3 minggu dalam suasana seperti ini
beku.
lain dengan tanpa rasa,
karena setidaknya aku masih bisa berpura-pura bahagia
apa ini?
belum kutemukan tanda-tanda akan kesudahannya
apakah hukuman atas berbagai kelalaianku?
ya, lalai.
aku makhluk yang amat lalai.
dan bukannya memperbaiki,
aku malah sibuk menyalahkan diri.
bodoh.
kala hanya berteman sepi, kau mulai berangan lagi
kau mulai menuntut
minta pamrih
jatuuuhh…
j-a-t-u-h
jatuh
hei bangun!!
sadarlah bahwa itu tak berguna!
sudahlah, cukup. akhiri saja
tapi bagaimana?

Iklan
Tolong... tolong... tolong!!!
Aku tak mau terjebak dunia fana
Rasanya bisa gila kalau terus begini ...
Ku ingin cepat bebas, namun tak bisa kutinggalkan mereka dalam kemunafikan
Tapi aku pun belum dapat menanggalkan pakaian dunia
Aku kadang masih senang dibuatnya
Nista. Tak berharga. Berlumuran dosa
Kadang kuanggap itu biasa,
Tapi hati ini menjerit! Merintih...
Bebaskan aku!! Bebaskan aku... bebaskan aku.
Kembali ku berada dalam penyesalan.
Tapi itu hanya sekilas.
Ku tahu iblis akan selalu berusaha menjerumuskanki ke neraka bersamanya
Namun kadang ku mengelak, tak peduli, yang penting senang!
Sakit.. sakit...
Tolong aku ya Allah,
Hanya Kau yang bisa kupercaya...
Tapi aku malu padaMu
Ku malu terus meminta
Aku nista. Aku kotor.
Tapi, bukankah jika aku sadar, itu tandanya aku baik?
BAIK?! BAIK KATAMU?!
Lancang benar kau beri predikat baik!
Memang kau tahu baik itu seperti apa?
Memang pernah kau cicipi apa itu baik?
Kurasa yang ada hanya kenaifan, bukan kebaikan.
Semuanya munafik!!!
Menurutku orang yang diam itu tidak baik
Karena dengan diam, hanya ia yang akan dianggap baik
Sementara ia tidak membawa kebaikan bagi orang lain
Tapi itulah definisi kebaikan sekarang
Kalau kita terlalu banyak bicara, 
apalagi yang menyesakkan dada, 
tandanya kita jahat
Kita tidak boleh seperti itu.
Makanya, sudah kubilang
DUNIA INI MUNAFIK!!! 
Tubuh ini berat
Jiwa ini penat
Pikiran ini pekat
Coba tak hiraukan
luka dunia
Jika begini apa
ada kalah dan menang?
Jika memang ada
gores, mengapa dibiarkan?
Gores tak kan
sembuh jika tak diobati
Gores akan tetap
ada jika dibiarkan
Jangan biarkan
bahasa menipumu
Ia hanya biaskan
fakta
Dengarkan hati
karena ia tak pernah dusta
Jika diam,
tandanya kau mati
(ketika bertengkar dengan sahabat)
Diri ini tak bisa paksakan apa yang harus orang lain lakukan
Lebih baik diam daripada bicara tanpa ada yang dengar
Lebih baik tertutup daripada terbuka namun banyak kecewa
Aku tak mengerti, 
Sebenarnya apa yang harus kumengerti?
Ya, aku harus mengerti ketidakmengertian mereka
Lagipula, aku punya Allah yang Maha Mengerti akan semua hal
Mungkin aku hanya perlu mengerti itu
(Juni, 2007)