#savemymindsavemyiman

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim)

Hati ini sekali lagi merasakannya. Melompat dari satu gejolak ke yang lainnya. Bertemu takdir yang entah maknanya –paradoks liar konvensional– pun berujung tanya ‘apakah pencarian itu masih perlu berlanjut?’
#savemymindsavemyiman

Iklan

Sebenarnya Cinta

Satu detik lalu
Dua hati
Terbang tinggi
Lihat indahnya dunia
Membuat hati terbawa

Dan bawa ku kesana
Dunia fatamorgana
Termanja-manja oleh, rasa
Dan ku terbawa terbang tinggi oleh suasana

Dari sudut mata
Jantung hati
Mulai terjang
Berbisik di telinga
Coba ingat semua

Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi-mimpi ku
Sesaat ku di sudut, maya
Dan tersingkir dari dunia nyata

[Interlude]

Dan bangunkanlah aku
Dari, mimpi indah ku
Terengah-engah ku berlari
Dari rasa yang harus ku batasi

Dan kau menawarkan
Rasa cinta dalam hati

Ku tak tau
Harus bagaimana untuk
Raba mimpi atau
Nyata dan bedakan
Rasa dan suasana
Dalam rangka
Sayang atau cinta
Yang sebenarnya

Dan bangunkanlah aku
Dari, buta mata ku
Jangan pernah lepaskan aku
Untuk tenggelam di dalam mimpi ku

 

oleh LETTO

sumber

 

apa yang hendak kau sampaikan, hati?

Ya Rabb, mudahkanlah jalinannya

Mimpi

setiap orang bermimpi punya mimpi,

bayi punya mimpi (karena fitrah mereka)

untuk dapat berjalan dan berbicara

kanak-kanak punya mimpi

untuk jadi besar seperti mama-papanya

siswa SD punya mimpi

jadi dokter, guru, atau sekedar jadi orang terkenal?

pemuda punya mimpi

idealisme, aktualisasi diri, membangun negeri

orang tua punya mimpi

sukses mendidik anaknya

lansia punya mimpi

hidup bahagia dan masuk surga

 

aku?

aku juga punya mimpi

yang ini, itu, di sana, esok

tapi kadang aku alfa

kadang aku surut

kadang aku bingung tanpa penopang

 

bolehkah kupinta?

tolong ingatkanlah aku

bakar semangatku

doa tulusmu

 

sebenarnya, hanya ingin berkata,

“mimpiku untukMu Rabbku, ridhoilah”

Untukku saja…

Ketika tiada kata untuk melukiskan bilakah cinta itu hadir

Maka hatiMu membimbingku untuk sabar mencari jawabannya

Menghadirkan suasana yang tak pernah terlewat dari benak dan jiwaku

 Ketika tiada kata untuk menjelaskan bagaimana cinta itu mendatangkan kerinduan

Maka rasa rindu itu yang menyadarkan aku pada keberadaan rindu yang kian perihnya

Sampai pada saat ku menyadari keperihan ini begitu ku syukuri

Ketika tiada kata untuk memaparkan caraMu mencintaiku

Maka Kau biarkan waktu bersama kesabaran merangkul diriku mengamati perkaraMu

Membuka tabir kemungkinan yang jauh dari nalarku dengan kuasaMu

Ketika tiada kata untuk menyampaikan betapa cinta aku kepadaMu

Maka kau berikan kesempatan untuk selalu meluruskan hatiku untuk Mu

 Hingga kejenuhan itu tak ingin kuraih dengan menukar waktu yang masih aku punya

Hasan Al-Bana berkata,,,

“Jalan ini bukanlah jalan harum bertabur bunga bagi mata para pecundang manja, tapi hati yang merindu dengan sangat perihlah yang mampu menghadirkan tak terbatas pesona keindahannya”

Kurasa cinta bukan sekedar apa yang aku rasa atau apa yang tertangkap oleh mata

Tapi penggambaran yang tak pernah dapat ku jangkau ketenangannya

Yang tak pernah dapat ku maknai arti nuansanya

Aku bukan yang memahami cinta

Karena ia begitu agung untuk terdefinisi hati yang terlalu merona dengan fana

Aku hanya tahu kata-kata cinta untukMu yang Maha Cinta

Ketika setiap rasa sakit menjadi nikmat yang luar biasa

Berharap Kau izinkan ia tetap ada dan ku rasa

 

 

al ukh nun jauh di Yogya